Share

Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Kembali Sambangi Bareskrim, Bawa 2 Saksi Kunci

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 06 Desember 2022 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 337 2721691 korban-tragedi-stadion-kanjuruhan-kembali-sambangi-bareskrim-bawa-2-saksi-kunci-jgQABAddBd.jpg Korban tragedi Kanjuruhan kembali menyambangi Bareskrim Polri dengan membawa 2 saksi kunci. (Ilustrasi/Dok Okezone)

JAKARTA - Korban dari Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, kembali menyambangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/12/2022).

Pendamping Hukum Tim Gabungan Aremania (TGA), Sekjen KontraS Andi Irfan mengungkapkan, kedatangan keluarga dan korban untuk menindaklanjuti proses pembuatan laporan yang telah diajukan.

"Hari ini kami melanjutkan gelar konsultasi yang dua minggu lalu terkait laporan, laporan pidana yang disampaikan saksi korban di peristiwa Kanjuruhan," kata Andi di Gedung Bareskrim, Selasa (6/12/2022).

Ia menjelaskan, pada kedatangannya kali ini, pihaknya juga membawa dua saksi kunci. Menurutnya, kehadiran dua saksi tersebut memperkuat laporan yang masih diproses.

"Keduanya ada di dalam peristiwa Kanjuruhan, ikut menyaksikan menonton sejumlah penembakan sejumlah gas air mata, menyaksikan sejumlah orang meninggal dunia dan bahkan sempat menolong salah satu personel polisi yang waktu itu meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan," tuturnya.

Andi mengklaim, polisi hingga saat ini masih melakukan pengkajian terhadap laporan yang telah diajukannya itu. Sebab, ada beberapa pasal baru yang dimasukkannya ke laporan tersebut.

"Jadi masih perlu kajian terkait dengan sejumlah pasal-pasal baru yang kita munculkan dalam laporan itu. Mudah-mudahan hari ini juga bisa diterima," ucapnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Sebelumnya TGA telah membuat laporan baru di Bareskrim Polri terkait tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan ratusan korban.

Pendamping Hukum TGA Anjar Nawan Yusky menjelaskan hal itu sengaja dilakukan pihaknya lantaran laporan model a yang dibuat polisi dalam kasus tersebut dirasa tidak mengakomodir perspektif korban.

Pertama tentang tindak pidana yang mengakibatkan orang mati dengan Pasal 338 dan 340 KUHP tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana.

Klaster kedua ada korban luka, akan dilaporkan dengan Pasal 351, 353, dan 354 KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan luka.

Klaster ketiga tentang tindak pidana kekerasan terhadap anak, dalam Pasal 76c Jo Pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini