Share

Humor Gus Dur: Kisah Jenderal Bintang Sembilan

Tim Okezone, Okezone · Selasa 06 Desember 2022 05:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 05 337 2720801 humor-gus-dur-kisah-jenderal-bintang-sembilan-NifmqcZlQ5.jpg Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto: NU Online)

JAKARTA - Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur diketahui kerap melontarkan humor. Selain bisa membuat tertawa erbahak-bahak, humor ini juga diberikan untuk meredakan ketegangan politik kala itu.

Salah satunya adalah cuplikan humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari situs NU Online dan buku ‘Kumpulan Humor Gus Dur’.

Alkisah, Gus Dur pernah diundang menjadi pembicara tunggal dalam sarasehan yang diadakan oleh KNPI. Panitia pun gelisah karena Gus Dur seharusnya muncul pukul 20.30. Namun hingga pukul 20.50, Gus Dur belum muncul.

Baca juga: Humor Gus Dur: Perbedaan Cara Mengubur Jenazah si Miskin dan si Kaya

"Saya takut Gus Dur kesasar," kata Ketua KNPI kala itu Tjahjo Kumolo.

"Jangan-jangan dia nyasar ke Graha Pemuda, kantornya Menpora," lanjutnya.

Baca juga:  Humor Gus Dur: Ketika Kiai Mengumpat, Janjinya Bikin 'Ketar-Ketir'

"Saya kok punya firasat Gus Dur ketiduran," timpal Eros Djarot yang berdiri di samping Tjahjo.

"Jangan lupa Gus Dur itu di seminar pun bisa tidur,” lanjutnya.

Di antara kebingungan itu, tiba-tiba ada seseorang yang menyeletuk.

“Jangan-jangan kena cekal, nggak boleh ngomong,” ujarnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Di tengah kegelisahan itu, tepat pukul 21.00 Gus Dur pun muncul.

"Maaf, saya harus menerima pengarahan dulu dari Jenderal bintang tiga," katanya.

Ia pun langsung diminta bicara. Di depan peserta sarasehan itu dia kembali cerita soal keterlambatannya yang katanya karena dipanggil Jenderal bintang tiga itu.

"Baru bintang tiga saja sudah bisa nyetop orang, bagaimana kalau bintang sembilan," ucapnya.

Seperti diketahui, bintang sembilan adalah lambangnya NU, yang selalu terpampang di papan nama kantor NU di semua tingkat.

Karena itu, Gus Dur juga mengaku bangga bahwa warga NU lebih nyaman kalau bepergian. Menurut Gus Dur, para pengusaha besar dan pejabat tinggi jika bepergian paling-paling menginap di hotel bintang empat atau bintang lima.

"Orang NU, kalau keluar kota nginepnya di hotel bintang Sembilan alias di kantor pengurus NU!,” ujarnya membuat orang tertawa.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini