Share

Jembatan Darurat Gladak Perak Luluh Lantak Diterjang Awan Panas Gunung Semeru

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 04 Desember 2022 21:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 04 337 2720425 jembatan-darurat-gladak-perak-luluh-lantak-diterjang-awan-panas-gunung-semeru-ksM78QbV78.JPG Jembatan Gladak Perak rusak diterjang awan panas Semeru (Foto: BNPB)

LUMAJANG - Jembatan Gladak Perak Lumajang kembali rusak diterjang awan panas guguran. Jembatan darurat Gladak Perak itu dilaporkan rusak pada Minggu siang, yang membuat jalur Malang Lumajang kembali lumpuh.

Kepala BPBD Kabupaten Lumajang Patria Dwi Hastiadi menyatakan, jembatan Gladak Perak itu rusak tersapu awan panas. Saat itu dilaporkan awan panas meluncur hingga lebih dari 13 kilometer.

"Teramati luncuran APG sudah mencapai 19 kilometer bahkan telah melewati Jembatan Gladak Perak," kata Patria Dwi Hastiadi, melalui keterangan tertulisnya, pada Minggu malam (4/12/2022).

Patria menjelaskan, selain awan panas BPBD Kabupaten Lumajang menerima laporan dari pos pengamatan Gunung Semeru adanya delapan kali gempa letusan sejak pukul 00.00 WIB - 06.00 WIB.

"Hal ini menunjukkan aktivitas erupsi dan awan panas guguran di Gunungapi Semeru masih sangat tinggi," ujarnya.

Akibat tingginya aktivitas vulkanik ini Gunung Semeru pun dinyatakan mengalami peningkatan status dari level siaga ke awas oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Peningkatan aktivitas, dan dinilai tingkat aktivitas G. Semeru dinaikkan dari Level III (SIAGA) menjadi Level IV (AWAS), terhitung mulai tanggal 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB," tuturnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Pihaknya meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," jelasnya.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini