Share

Petakan Daerah Bencana, BNPB: 5.744 Desa Rawan Gempa dan Tsunami

Bachtiar Rojab, MNC Media · Sabtu 03 Desember 2022 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 03 337 2719954 petakan-daerah-bencana-bnpb-5-744-desa-rawan-gempa-dan-tsunami-Ui6XNTGp8L.jpg Bangunan rusak usai diguncang gempa Bali (Foto: BNPB)

JAKARTA - Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pangarso Suryotomo telah memetakan daerah rawan bencana di Indonesia. BNPB menggunakan platform Inarisk guna memetakan titik rawan tersebut.

Pangarso mengatakan, pihaknya telah mencatat hampir 80 ribu desa Indonesia dengan 53 ribu di antaranya masuk kategori rawan bencana tinggi dan sedang.

Sedangkan, 5.744 desa lainnya diambang rawan gempa dan tsunami.

"Kami sekarang bisa memetakan, sekitar hampir 80 ribu desa di Indonesia dan 53 ribu di antaranya rawan bencana tinggi dan sedang. 45 ribu desa lebih rawan gempa, kemudian desa yang rawan gempa dan tsunami ada sekitar 5.744 desa," ujar Pangarso dalam diskusi daring Polemik MNC Trijaya, Sabtu (3/12/2022).

Di sisi lain, lanjut Pangarso, ada sebanyak 2.160 desa yang rawan terdampak gunung api, sekitar 37 ribu desa berisiko terdampak banjir, dan 41 ribu rawan kekeringan. Sehingga, ancaman yang menyentuh 53 ribu desa itu juga mengancam 51 juta keluarga yang ada di kawasan tersebut.

Baca juga: Update Gempa Cianjur, Jumlah Pengungsi Capai 114.683 Jiwa

“Yang perlu kita pastikan dan kuatkan adalah bagaimana cara kita mengurangi risiko, termasuk dengan cara meningkatkan kapasitas masyarakat dan pola di desa,” ucapnya.

Baca juga: Gempa Susulan Masih Melanda Cianjur, BMKG: Bukti Sesar Aktif Masih Banyak

Follow Berita Okezone di Google News

Kendati demikian, lanjut Pangarso, pihaknya telah melakukan mitigasi bencana. Bahkan, sebelum adanya gempa di Cianjur. Salah satunya di daerah yang rawan terguncang di tsunami pantai selatan, dan megathrust Mentawai hingga megathrust selatan Jawa. Namun, dampaknya tetap di luar dugaan.

“Mitigasinya sudah dilakukan, kami sudah siapkan desa-desa di Selatan pantai Jawa, siapkan desa-desa tangguh sepanjang pantai rawan tsunami. Namun yang terjadi justru di darat. Jadi kami memang tidak bisa tau pasti,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pangarso menuturkan, yang terpenting bagi masyarakat Ialah kesiap siagaan untuk bisa melakukan tindakan mitigasi melalui beragam edukasi kebencanaan. Sebab, bencana tidak bisa dihilangkan begitu saja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini