Share

Wapres Ingatkan Pesantren Harus Ajarkan Ajaran Islam Moderat yang Sejuk

Binti Mufarida, MNC Portal · Sabtu 03 Desember 2022 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 03 337 2719895 wapres-ingatkan-pesantren-harus-ajarkan-ajaran-islam-moderat-yang-sejuk-4DEdRq7Rhj.jpg Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)

SENGKANG - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta agar pondok pesantren mengajarkan ajaran Islam moderat yang sejuk. Mengingat, pesantren jadi salah satu peran sentral untuk melakukan pembinaan terhadap generasi muda muslim Indonesia agar mengenal agama secara utuh.

Sehingga, generasi penerus bangsa dapat memiliki pola pikir yang terbuka dan kontekstual dalam menghadapi perkembangan zaman.

"Itulah mengapa pentingnya pesantren dalam rangka (melahirkan) al mutafaqqihinna fiddin (ahli-ahli ilmu agama Islam). Dan Insya Allah yang dilahirkan oleh As'adiyah yaitu yang berpikir wasathy, moderat. Tidak berpikir tekstual, dan juga tidak berpikir liberal," tutur Wapres pada Muktamar ke-XV Pondok Pesantren As'adiyah tahun 2022 di Lapangan Merdeka Sengkang, Jalan Masjid Raya, Siengkang, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/12/2022).

Baca juga: Wapres : Puncak Varian Baru XBB Sudah Terlewati, Sekarang Kasus Menurun

Lebih lanjut, Wapres menyampaikan bahwa pola pikir wasathy yang kontekstual adalah cara berpikir yang memiliki metode pemecahan masalah sesuai dengan zamannya.

Baca juga: Jelang Libur Nataru, Wapres Pastikan Level PPKM Belum Dinaikkan

"Tidak statis, tidak kaku, tidak rigid, tapi juga tidak liberal. Artinya liberal dia memberikan pendapat-pendapat tanpa metode, tanpa batas dan tidak ada patokannya," tegas Wapres.

"Kita memang merespon, tapi dia harus memahami cara-cara dalam memberikan jawaban-jawaban itu, respon itu. Mampu memberikan solusi-solusi bukan hanya solusi keagamaan tapi juga menyelesaikan masalah kenegaraan," tambahnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Pada kesempatan yang sama, Wapres juga menyampaikan, pola pikir seperti ini penting untuk diimplementasikan sebab tantangan yang dihadapi setiap hari terus berkembang.

"Peristiwa-peristiwa, kejadian-kejadian, masalah-masalah politik, ekonomi, sosial itu tidak pernah berhenti. Itu harus disikapi, harus diberi jawaban," imbuh Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres pun berpesan agar ajaran nilai-nilai wasathiyah dapat terus diaktualisasi sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, ia berharap, ke depan Indonesia dapat menjadi negara yang tangguh dan bermartabat.

"Berharap nilai-nilai wasathiyah Islam yang khas Indonesia mengikuti dinamika perkembangan zaman, baik di dalam negeri sendiri maupun internasional, untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang tangguh dan bermartabat," pungkas Wapres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini