Share

Pemilu 2024, KPU Siapkan Ribuan Pamdal Mirip Pasukan Anti Huru Hara

Bachtiar Rojab, MNC Media · Jum'at 02 Desember 2022 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 337 2719650 pemilu-2024-kpu-siapkan-ribuan-pamdal-mirip-pasukan-anti-huru-hara-hS7AH7Jbor.jpg Pasukan Anti Huru Hara KPU RI (foto: MPI/Bachtiar)

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tengah menyiapkan ribuan personel pengamanan dalam (Pamdal), yang mirip pasukan anti huru-hara guna mengantisipasi adanya kericuhan pada Pemilihan Umum (Pemilu) di 2024.

Pasukan tersebut bernama, 'Jagat Saksana' mereka, juga sempat dipertontonkan dalam simulasi penanganan demo sengketa Pemilu di Pantai Ancol, Jakarta Utara dalam acara rapat konsolidasi KPU.

 BACA JUGA:Pemilu 2024, Presiden Jokowi: Kedepankan Politik Adu Gagasan, Bukan Adu Domba

Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari mengatakan, bahwa para personel ini dilatih di SPN Lido Polda Metro Jaya. Sehingga, mereka adalah orang yang terlatih dan siap diterjunkan di lapangan.

"Ini untuk pengamanan di kantor KPU, karena kantor KPU adalah objek yang harus dilindungi oleh orang-orang yang terlatih," ujar Hasyim di kawasan Pantai Ancol, Jakarta Utara, Jumat (2/12/2022).

"Semuanya dididik, ditingkatkan kapasitas, disekolahkan di sekolah kepolisian Lido di bawah Polda Metro Jaya untuk peningkatan kapasitas," sambungnya.

 BACA JUGA:KPU Janji ke Presiden Jokowi Bakal Selenggarakan Pemilu 2024 dengan Baik

Menurutnya, penyiapan kapasitas pamdal semacam ini krusial bagi KPU sebagai lembaga yang memiliki kantor dari pusat dan tersebar hingga seluruh kota dan kabupaten.

Follow Berita Okezone di Google News

Hasyim menambahkan, pada Pemilu dan Pilkada 2024, ekskalasi konflik kemungkinan meningkat. Oleh karena itu, pasukan tersebut bakal ada di setiap Kota hingga Kabupaten.

"Yang namanya Pemilu, Pilkada, adalah konflik yang dianggap sah dan legal untuk meraih kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan," ujar Hasyim.

Sebab, kata Hasyim, situasi konflik tersebut bisa saja menggunakan kekerasan fisik, hingga kekerasan verbal. Sehingga, langkah KPU sudah sejalur dengan mengantisipasi adanya tekanan tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini