Share

Bagaimana Meraup Suara Anak Muda di Pemilu 2024? Simak Tips Cerdas Ala Mahasiswi Cantik Ini

Nur Khabibi, MNC Portal · Jum'at 02 Desember 2022 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 337 2719610 bagaimana-meraup-suara-anak-muda-di-pemilu-2024-simak-tips-cerdas-ala-mahasiswi-cantik-ini-zk716FkEka.jpg Ravenna Arbellia. (Foto: Webinar Perindo)

JAKARTA - Mahasiswi Universitas Mercu Buana Ravena Aprella mengungkap sejumlah hal penting agar partai politik dapat meraih banyak suara dari kalangan milenial dan Gen Z di Pemilu 2024.

Hal ini disampaikan mahasiswa cantik tersebut saat menjadi pembicara di webinar Partai Perindo bertajuk "Menebak Arah Suara Milenial Pada Pemilu 2024" pada, Jumat (2/12/2022).

Pertama, kata Ravena, pelaku politik harus bisa memberikan edukasi politik yang tidak membosankan kepada generasi muda.

"Contohnya saja kita gunakan konten-konten lagi tren sekarang. Teknologi sudah maju, lewat dunia maya dengan edukasi dan materi-materi yang ringan-ringan tetapi kena gitu," kata Ravena.

Kedua, pelaku politik harus bisa memberikan pemahaman mengenai informasi hoax dan fakta tentang politik.

Ketiga, pelaku politik harus bisa membuat konten yang saat ini diminati oleh generasi muda dengan disisipkan edukasi politik.

 Baca juga: Pikat Kaum Muda, Peneliti Sarankan Parpol Rajin Buat Program dan Konten

Keempat, pelaku politik harus bisa mengajak dan membimbing generasi muda untuk melakukan literasi yang baik dan benar.

Kelima, setelah memberikan edukasi politik, partai politik harus dapat mensisipkan informasi mengenai pemilu dan mendorong agar generasi muda tidak menjadi golongan putih (golput) dan mengunakan hak suara mereka di Pemilu 2024.

"Banyak partai-partai politik lupa mengedukasi hal buruk yang akan terjadi jika golput. Contoh, nanti suara mereka dipakai oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan hak-hak suara mereka disalahgunakan apabila golput," ujarnya.

Sebelumnya, Ravena juga menjelaskan masalah sebenarnya generasi muda itu enggan berpolitik karena stereotipe yang menyebutkan parpol tempat menelurkan pejabat korupsi. Imbasnya, generasi muda menjadi golput dan tidak mengunakan hak suara mereka.

Follow Berita Okezone di Google News

"Mereka menganggap parpol itu tidak penting, karena suara-suara mereka ini tidak didengar. Ketika sudah menjabat hanya janji-janji palsu. Akhirnya anak-anak muda ini tidak menentuhkan pilihannya dan golput gitu," ungkap Ravena.

Faktor ketidakpercayaan dan mengubah stereotipe parpol di mata generasi muda menjadi pekerjaan rumah yang serius dilakukan setiap pelaku parpol.

"Ini menjadi PR partai-partai politik. Ajaklah, gaetlah, didiklah, edukasilah generasi-generasi muda dan gimana caranya parpol merubah mindset anak muda," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini