Share

Pemilih Rasional, Gen Z dan Milenial Disebut Tak Begitu Terpengaruh Money Politic

Nur Khabibi, MNC Portal · Jum'at 02 Desember 2022 18:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 337 2719565 pemilih-rasional-gen-z-dan-milenial-disebut-tak-begitu-terpengaruh-money-politic-dA6V1c7BNK.jpg Apna Permana. (Foto: Webinar Perindo)

JAKARTA - Peniliti Political Statistics (Polstat), Apna Permana menyatakan pemilih Gen Z dan Milenial lebih tahan atas money politic. Pemilih muda punya banyak pertimbangan sebelum mencoblos dalam pemilu.

"Pemilih milenial dan Gen Z ini merupakan pemilih yang rasional, dia akan memilih suatu partai atau calon presiden dengan pertimbangan apakah partai atau pun orang yang akan menjadi seorang pemimpin itu bermanfaat bagi masyarakat," kata Apna dalam Webinar Partai Perindo yang bertajuk 'Menebak Arah Suara Milenial pada Pemilu 2024', Jumat (2/12/2022).

Ia melanjutkan, milenial dan Gen Z ini sudah mempunyai wawasan yang cukup terkait bahayanya politik uang. Hal itu dipengaruhi dengan mudahnya mereka mengakses informasi melalui internet yang tidak bisa dilepaskan dari dua generasi tersebut.

"Para pemuda dilihat money politics ini cenderung direspons negatif oleh anak muda," ucapnya,

 Baca juga: Partai Idola Gen Z, Tagar #PartaiPerindo4Besar & Ketum Hary Tanoesoedibjo Jadi Trending Topic

"Anak-anak muda ini sangat mengetahui dan memahami bahwasanya, masyarakat sering menjadi korban ketidakadilan atau penipuan karena politik yang dilandasi oleh kecurangan," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut jumlah calon pemilih pada kontestasi Pemilihan Umum 2024 sekitar 206 juta jiwa. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakhrullah.

 Baca juga: 

"Kalau menggunakan data hari ini itu untuk Pilpres di bulan Februari itu sekitar 206 juta. Dan di Pilkada di November kurang lebih 210 juta," kata Zudan di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Kendati demikian, dia menyebut data ini belum angka yang pasti. Sebab, data kependudukan bisa bergerak dan berubah terus menerus.

Follow Berita Okezone di Google News

"Karena nanti ada yang pindah TNI/Polri, ada yang pensiun, ada dari luar negeri masuk ke dalam negeri, dari dalam negeri ke luar negeri, ada yang meninggal dunia," ujarnya.

"Jadi dinamikanya tinggi karena masih ada waktu dua tahunan lebih dari sekarang bulan Juni akhir, sampai nanti di bulan Februari dan di bulan November. Jadi pergerakannya masih panjang, sehingga pergerakannya cukup besar," tutur dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini