Share

Istrinya Anggota Polri, Yudo Margono Undang Gelak Tawa: Sejak 91 Kami Sudah Solid

Felldy Utama, MNC Portal · Jum'at 02 Desember 2022 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 337 2719369 istrinya-anggota-polri-yudo-margono-undang-gelak-tawa-sejak-91-kami-sudah-solid-Y8JTIAhnv5.jpg Yudo Margono saat menjalani fit and proper test Calon Panglima TNI di DPR. (Foto: TV Parlemen)

JAKARTA - Calon Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono memastikan DPR tak perlu meragukan lagi komitmennya untuk menjaga sinergitas antara TNI dan Polri. Hal itu disampaikan dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi I DPR, Jumat (2/12/2022) siang.

Yudo menjelaskan komitmen ini sambil menunjukkan foto kebersamaannya dengan sang istri, AKBP Veronica Yulis Prihayati yang merupakan anggota dari korps Bhayangkara tersebut.

"Mohon izin ibu bapak, ini ada foto sinergitas TNI-Polri. Jadi saya kira tidak perlu diragukan lagi pak, karena sejak tahun '91 kami sudah bersinergi," kata Yudo dalam paparannya di ruang rapat Komisi I DPR, Kompleks parlemen, Jakarta, Jumat. 

Penjelasan Yudo pun disambut gelak tawa dan tepuk tangan dari anggota Komisi I DPR yang hadir di ruang rapat.

 Baca juga: Fit And Proper Test Calon Panglima TNI, Yudo Margono Sampaikan 4 Program Prioritas

Sambil tersenyum, Yudo menjelaskan bahwa sinergitas TNI-Polri baru didengungkan pada tahun 2015. Dia memastikan, jauh dari sebelum didengungkan, dirinya sudah menerapkannya bersama sang istri.

"Tapi waktu itu saya sudah menyampaikan sudah men-declare bahwa saya sudah solid. Lho, lho kenapa Pak Yudo kok solid? Lha ini istri saya saja (anggota) Polri pak," ujarnya yang kembali disambut riuh tepuk tangan anggota Komisi I DPR.

Follow Berita Okezone di Google News

Diberitakan sebelumnya, Komisi I DPR menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) Calon Panglima TNI pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Laksamana Yudo Margono, Jumat (2/12/2022) siang. Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) uji kelayakan ini digelar secara terbuka dan tertutup.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi I DPR Metya Viada Hafid saat membuka RDPU. Komisi I menyepakati bahwa RDPU diawali secara terbuka, baru kemudian digelar tertutup jika mengandung rahasia negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini