Share

Kronologi Oknum Perwira Paspampres Perkosa Prajurit Kostrad

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 02 Desember 2022 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 337 2719246 kronologi-oknum-perwira-paspampres-perkosa-prajurit-kostrad-cQnBSzdL8X.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan bahwa oknum perwira Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayor BF yang memperkosa prajurit wanita dari Divisi Infanteri III/Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Letnan Dua Caj (K) GE sudah diproses hukum.

"Sudah proses hukum, langsung. Kalau satu itu tindak pidana, ada pasal yang pasti kita kenakan, KUHP ada. Kedua, adalah dilakukan sesama keluarga besar TNI, bagi saya keluarga besar TNI, Polri, sama saja, maka hukuman tambahannya adalah pecat. Itu harus," kata Andika di Mako Kolinlamil, Kamis 1 Desember 2022.

Peristiwa pemerkosaan itu dilakukan Mayor BF bertugas mengamankan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mayor BF Oknum Paspampres Pemerkosa Perwira Kostrad Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Saat itu, korban dan pelaku melakukan pengamanan KTT G20. Ketika GE sedang kurang sehat alias tidak enak badan dan istirahat di kamar sebuah hotel, Mayor BF mendatanginya.

GE sempat menolak kedatangan pelaku. Namun, karena terpaksa akhirnya pelaku diizinkan masuk.

Baca juga: Sosok Mayor BF, Oknum Paspampres Pemerkosa Prajurit Elite Kostrad Pengaman KTT G20 di Bali

Kondisi tubuh GE yang melemah sempat membuatnya kehilangan kesadaran. Lalu Mayor BF memanfaatkan situasi tersebut dengan melakukan aksi bejatnya.

GE baru menyadari telah menjadi korban pemerkosaan pada pagi hari. Dia pun mengalami trauma atas kejadian tersebut.

Follow Berita Okezone di Google News

Panglima menegaskan bahwa tidak ada kompromi terhadap pelanggaran ringan maupun pelanggaran berat yang dilakukan oleh anggota TNI.

Saat ini pelaku pemerkosaan itu telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan.

"Enggak ada kompromi. Sekarang sudah ditahan, sudah (tersangka). Jadi kalau enggak salah sidiknya di Makassar," tutur Andika Perkasa.

Ia menambahkan, kasus pemerkosaan tersebut sudah diambil alih oleh Mabes TNI. "Karena korban ini bagian dari Divisi III Kostrad tetapi akan diambil alih oleh Puspom TNI karena pelaku kan Paspampres itu kan di bawah Mabes TNI, kita ambil alih, penanganan di TNI," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini