Share

Gempa Susulan Masih Melanda Cianjur, BMKG: Bukti Sesar Aktif Masih Banyak

Binti Mufarida, MNC Portal · Jum'at 02 Desember 2022 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 337 2719004 bmkg-mencatat-terjadi-367-kali-gempa-susulan-di-cianjur-shaTBQGbTs.jpg Ilustrasi/ Doc: Freepik

JAKARTA - Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono melaporkan per 2 Desember 2022 pukul 06.00 WIB, terjadi sebanyak 367 kali gempa susulan pasca gempa dengan magnitudo (M)5,6 di Cianjur, Jawa Barat.

“Update gempa susulan Cianjur sampai dengan Jumat 2 Desember 2022 pukul 06.00 WIB terjadi 367 kali gempa,” ungkap Daryono lewat akun media sosial pribadinya, Jumat (2/12/2022).

 BACA JUGA:DPR: Tak Ada Isu Khusus saat Fit and Proper Test Calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono

Sementara itu, Daryono mengatakan berdasarkan catatan BMKG, gempa Cianjur magnitudo 5,6 didahului oleh 3 kali gempa pembuka yang terjadi pada 21 November 2022, yaitu pertama gempa magnitudo 2,4 (pukul 00.17.12 WIB), kedua gempa magnitudo 2,9 (pukul 00.19.10 WIB), dan ketiga gempa magnitudo 2,2 (pukul 15.07.39 WIB).

Daryono mengungkapkan gempa susulan sangat dipengaruhi karakter atau kondisi batuan.

 BACA JUGA:Kisah Pilu Korban Gempa Cianjur, Hari Pernikahan Berubah Jadi Hari Tahlilan

“Kalau batuannya rapuh bisa banyak (gempa) susulan, tapi tidak ada kaitan dengan akan ada gempa besar, kalau batuannya elastik maka jarang susulan, atau bisa tidak ada gempa susulan. Kita harus sabar menunggu proses alam, hingga gempa susulan berakhir,” ujarnya.

Daryono pun mengatakan gempa Cianjur menjadi peringatan penting bahwa di Indonesia masih banyak sumber gempa sesar aktif yang dapat memicu gempa kuat dan merusak, bahkan belum terpetakan sumber gempanya.

Follow Berita Okezone di Google News

“Gempa Cianjur merupakan peringatan penting untuk kita semua, bahwa di Indonesia ternyata masih banyak sumber gempa sesar aktif yang mampu memicu gempa kuat dan merusak dan belum terpetakan sumbernya. Untuk itu kegiatan identifikasi sumber gempa sesar aktif dan pemetaannya harus terus digalakkan," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini