Share

Panglima TNI Sebut Perwira Paspampres Pelaku Perkosaan Terhadap Junior Sudah Diproses Hukum

Antara, · Jum'at 02 Desember 2022 00:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 337 2718941 panglima-tni-sebut-perwira-paspampres-pelaku-perkosaan-terhadap-junior-sudah-diproses-hukum-mOOufNAM2F.jpg Panglima TNI Andika Perkasa/Foto: Antara

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa membenarkan perwira di satuan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berinisial Mayor Infanteri BF diduga melakukan pemerkosaan terhadap prajurit wanita Divisi Infanteri 3/Kostrad Letnan Dua Caj. (K) GER.

"Oh sudah, sudah diproses hukum langsung," kata Jenderal Andika kepada wartawan usai melepas Satuan Tugas Maritime Task Force TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dikutip dari Antara, Kamis (1/12/2022).

 BACA JUGA:Perwira Paspampres Perkosa Junior saat Bertugas, Panglima TNI : Pecat, Itu Harus!

Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa dugaan pemerkosaan yang melibatkan perwira Paspampres tersebut terjadi di Bali pada pertengahan November 2022.

Saat ini, lanjut Panglima, Mayor BF telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Detasemen Polisi Militer TNI. Sebelumnya, tersangka BF telah menjalani penyidikan di Makassar, Sulawesi Selatan.

 BACA JUGA:Jelang Pergantian Panglima TNI, Andika Perkasa Terlihat Mesra dengan Yudo Margono

Penyidikan dilakukan di Makassar karena korban pemerkosaan merupakan prajurit yang bertugas di Divisi Infanteri 3/Kostrad yang markasnya berada di Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

"Jadi, kalau enggak salah sidiknya di Makassar karena korban ini bagian dari Divisi 3/Kostrad, tetapi akan diambil alih oleh Puspom TNI karena pelaku 'kan Paspampres. Itu 'kan di bawah Mabes TNI, kita ambil alih, penanganan di TNI," papar Jenderal Andika.

Follow Berita Okezone di Google News

Selain terkena pasal pidana, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) ini memastikan perwira pelaku pemerkosaan itu juga dipecat dari TNI.

"Satu, itu tindak pidana, ada pasal yang pasti kita kenakan, KUHP ada. Kedua adalah dilakukan sesama keluarga besar TNI. Bagi saya keluarga besar TNI, Polri, sama saja maka hukuman tambahannya adalah pecat. Itu harus," tegas Andika.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini