Share

Perwira Paspampres Perkosa Junior saat Bertugas, Panglima TNI : Pecat, Itu Harus!

MNC Portal, · Kamis 01 Desember 2022 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 337 2718910 perwira-paspampres-perkosa-junior-saat-bertugas-panglima-tni-pecat-itu-harus-8Rjb3T2xfS.jpg Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan KSAL Yudo Margono/Foto: Istimewa

JAKARTA - Seorang perwira TNI Angkatan Darat berinisial BF yang bertugas di salah satu detasemen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) merudapaksa perwira muda yang merupakan junior sendiri berinisial GE.

Kejadian ini bermula saat korban dan pelaku melakukan pengamanan KTT G-20 di Bali. Kemudian saat korban tidak enak badan dan istirahat di kamar sebuah hotel didatangi oleh pelaku.

 BACA JUGA:Jelang Pergantian Panglima TNI, Andika Perkasa Terlihat Mesra dengan Yudo Margono

Korban disebut sempat menolak kedatangan pelaku, akan tetapi karena terpaksa akhirnya pelaku diijinkan masuk. Dengan kondisi tubuhnya yang melemah korban kehilangan kesadaran.

Diduga dengan kondisi tersebut, pelaku melancarkan aksinya dengan menyetubuhi korban. Saat pagi, korban baru menyadari telah diperkosa hingga mengalami trauma dengan pelaku.

BACA JUGA:Menkop Teten Pecat 2 PNS Pemerkosa Pegawai!

Menanggapi kasus ini, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan dan tindakan terhadap pelaku.

"Sudah proses hukum, langsung. Kalau satu itu tindak pidana, ada pasal yang pasti kita kenakan, KUHP ada. Kedua, adalah dilakukan sesama kelurga besar TNI, bagi saya keluarga besar TNI, Polri, sama saja, maka hukuman tambahannya adalah pecat. Itu harus," Ucap Andika di Mako Kolinlamil Kamis (1/12/2022).

Menurut Andika, dirinya memastikan bahwa tidak ada kompromi baik itu terhadap pelanggaran ringan maupun pelanggaran berat yang dilakukan oleh anggota keluarga besar TNI. Hingga saat ini pelaku pemerkosaan dinyatakan tersangka dan telah ditahan.

Follow Berita Okezone di Google News

"Enggak ada kompromi. Sekarang sudah ditahan, sudah (tersangka). Jadi kalau enggak salah sidiknya di Makassar," Ungkap Andika.

"Karena korban ini bagian dari Divisi III Kostrad tetapi akan diambil alih oleh Puspom TNI karena pelaku kan Paspampres itu kan di bawah Mabes TNI, kita ambil alih, penangnan di TNI," Tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini