Share

JPU Ragukan Surat Perintah Hendra Kurniawan dalam Proses Penyelidikan Kematian Brigadir J

Martin Ronaldo, MNC Portal · Kamis 01 Desember 2022 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 337 2718732 jpu-ragukan-surat-perintah-hendra-kurniawan-dalam-proses-penyelidikan-kematian-brigadir-j-FJyMexVrd2.jpg Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria (Foto: MPI)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) meragukan surat perintah penyelidikan terkait kasus kematian Brigadir J di Rumah Dinas Duren Tiga, Jakart Selatan.

Hal itu disampaikan oleh JPU saat lanjutan sidang kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice terhadap terdakwa Hendra Kurniawan dan Andi Nurpatria di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2022).

"Kami penuntut umum agak meragukan surat perintah penyelidikan yang diperlihatkan oleh penasihat hukum terdakwa," ujar JPU pada saat persidangan.

Hakim Ketua Ahmad Suhel langsung merespons yang menjelaskan bahwa surat perintah penyelidikan itu tidak dapat dijadikam acuan dalam persidangan, karena masih perlu di konfirmasi terlebih dahulu.

Baca juga: Nyanyian Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan soal Tambang Ilegal Benar Adanya

"Itu tidak ditanyakan ke dia (Saksi Radite) tidak serta merta kematian itu sudah betul atau tidak. Nanti kalau saatnya ada yang menjadi saksi di sini yang tanda tangan itu kita tanyakan itu kalau nggak munculnya pendapat," terang hakim.

Kendati demikian, Jaksa menjelaskan bahwa titik keraguan dari keaslian dokumen tersebut mengenai jam kerja yang dimana sprin tersebut diterbitkan tepat pada saat kematian Brigadir J.

Baca juga: Geng Sambo Hendra Kurniawan Sangkal Keterangan Anak Buahnya

"Bukan mengenai suratnya, mengenai kebiasaan jam kerja surat menyurat itu yang kamu tanyakan saksi ini di Biro Paminal menyangkut surat menyurat, jam kerja sampai jam berapa," tegas Jaksa.

Follow Berita Okezone di Google News

"Karena surat tadi tanggal 8 juli, sementara kejadian tanggal 8 juli di BAP terdakwa HK itu dia jam 5. Jam kerja di biro paminal iru jam berapa terkait surat menyurat," sambungnya.

Wakil Kepala Detasemen C Biro Paminal Divisi Propam Polri, AKBP Radite Hernawa pun angkat bicara setelah terjadi perdebatan tersebut.

"Kalau surat menyurat sesuai ketentuan pukul 07.00 WIB sampai jam 3 (sore)," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini