Share

KPK Dalami Pengumpulan Uang Suap Titipan Calon Mahasiswa Baru Unila

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 01 Desember 2022 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 337 2718710 kpk-dalami-pengumpulan-uang-suap-titipan-calon-mahasiswa-baru-unila-DjqVnrL6ba.jpg Ali Fikri (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami pengumpulan uang dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila) untuk Rektor nonaktif Karomani (KRM). KPK menduga uang suap tersebut dikumpulkan oleh orang kepercayaan Karomani.

Pengumpulan uang dugaan suap terkait penitipan calon mahasiswa baru di Unila tersebut didalami lewat lima PNS yakni, Sulaemi; Arif Sugiono; Esmail Newawi; Ahmad Sulaiman; dan Nizamudin. Kemudian, Anggota tim TIK UTBK SNMPTN Barat, Martinus dan Wiraswasta, Hamdani.

"Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain masih seputar adanya penerimaan dan pengumpulan uang oleh tersangka KRM melalui orang kepercayaannya agar bisa meluluskan titipan mahasiswa baru dari beberapa pihak," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (1/12/2022).

Sementara itu, dua saksi tidak hadir dalam panggilan pemeriksaan KPK pada Rabu, 30 November 2022, kemarin. Kedua saksi tersebut yakni, Dokter Razmi Zakiah Oktarlina dan PNS, Faried Hasbani. KPK bakal menjadwal ulang pemeriksaan terhadap keduanya.

Baca juga: Kasus Suap Ketok Palu, Pimpinan DPRD Tulungagung Segera Disidang

Sekadar informasi, KPK saat ini sedang mengembangkan kasus dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru. KPK menduga banyak pihak yang 'menitipkan' calon mahasiswa baru ke Karomani. KPK membuka peluang untuk menjerat pihak lain dalam kasus ini jika ditemukan bukti permulaan yang cukup.

Baca juga: Nama Zulhas Mucul di Sidang Perkara Suap Unila, KPK: Kami Akan Analisis

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila) tahun 2022. Keempat tersangka tersebut yakni, Rektor nonaktif Unila, Karomani (KRM).

Follow Berita Okezone di Google News

Kemudian, Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik Unila, Heryandi (HY); Ketua Senat Unila, M Basri (MB); serta pihak swasta, Andi Desfiandi (AD). Karomani, Heryandi, dan Basri, ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Andi Desfiandi, tersangka pemberi suap.

Dalam perkara ini, Karomani diduga mematok atau memasang tarif Rp100 juta hingga Rp350 juta bagi para orang tua yang menginginkan anaknya masuk di Unila. Karomani diduga telah berhasil mengumpulkan Rp5 miliar dari tarif yang ditentukan tersebut.

Adapun, uang dugaan suap itu diterima Karomani melalui sejumlah pihak perantara, di antaranya, Heryandi dan M Basri. Salah satu pihak swasta yang menyuap Karomani yakni, Andi Desfiandi.

Atas perbuatannya, Andi selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan Karomani, Heryandi, dan M Basri, selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini