Share

Demi Pertahankan Tanah Air, 3 Jenderal Ini Nyaris Meninggal di Medan Tempur

Tika Vidya Utami, Litbang Okezone · Jum'at 02 Desember 2022 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 337 2718700 demi-pertahankan-tanah-air-3-jenderal-ini-nyaris-meninggal-di-medan-tempur-PztG5jg5EM.jpg Jenderal Benny Moerdani (Foto: Perpusnas)

JAKARTA - Setiap anggota tentara  dituntut selalu memberikan jiwa dan raganya demi bangsa dan negara. Termasuk beberapa jenderal diketahui 'nyaris' meninggal saat menjalankan tugas. Demi mempertahankan Tanah Air tercinta, para jenderal ini diterjunkan dalam operasi yang berbahaya. Berikut jenderal yang pernah nyaris meninggal saat menjalankan tugas.

1. Letjen TNI Sintong Panjaitan

Sintong Hamonangan Panjaitan atau dikenal dengan Sintong Panjaitan lahir di Tarutung, 4 September 1940. Ia merupakan lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang 1963. Letjen TNI Sintong Panjaitan adalah perwira yang banyak melakukan operasi tempur. Bahkan saat terjun dalam operasi tempur tersebut, Sintong hampir kehilangan nyawa. Sintong nyaris tewas terkena tembakan musuh ketika peluru melintas di kepalanya. Peristiwa tersebut terjadi saat Sintong berjuang untuk menaklukkan kelompok pemberontak Lodewijk Mandatjan di Papua.

Baca juga: 3 Jenderal Hebat dari Ameriksa Serikat, Nomor 2 Sosoknya Melegenda

Ketika itu, Tim RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) melakukan pembersihan di dalam kota Kecamatan Warmare. Pada siang harinya, tim tersebut kembali ke Manokwari. Truk yang mengangkut pasukan itu melewati perbukitan yang rawan penyergapan. Usai berhenti di ketinggian, tim RPKAD dan Sintong turun guna orientasi medan.

 Baca juga: 4 Fakta Unik Jenderal Bintang 5 di Dunia, Nomor 2 dari Indonesia

Follow Berita Okezone di Google News

2. Jenderal TNI Abdullah Makhmud Hendropriyono

Abdullah Makhmud Hendropriyono atau AM Hendropriyono lahir di Yogyakata, 7 Mei 1945. Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang pada 1967. Pada 1989, ia juga menyelesaikan pendidikan Sesko ABRI. Sejumlah posisi penting pernah dijabatnya, seperti Kepala BIN (Badan Intelijen Negara) pada 2001-2004, Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH) Kabinet Reformasi Pembangunan pada 1998-1999. Ia juga pernah menjabat sebagai Panglima Kodam Jakarta Raya pada 1993.

 Baca Selengkapnya: 3 Jenderal TNI yang Pernah Nyaris Tewas Saat Menjalankan Tugas, Nomor 2 Diselamatkan Semut

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini