Share

Menkes: Prioritas Penanganan Pandemi Bergeser ke Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan

Raka Dwi Novianto, MNC Portal · Kamis 01 Desember 2022 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 337 2718669 menkes-prioritas-penanganan-pandemi-bergeser-ke-peningkatan-kualitas-layanan-kesehatan-UOeQYlkyAE.jpg Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: BPMI)

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa prioritas pemerintah di bidang kesehatan bergeser dari penanganan pandemi menjadi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Untuk itu, kata Budi, Kementerian Kesehatan akan memberikan alokasi anggaran yang cukup untuk revitalisasi fasilitas kesehatan hingga program yang bersifat promotif preventif.

"Fokusnya adalah pelayanan primer nomor satu. Jadi kita akan melakukan alokasi anggaran yang cukup untuk revitalisasi puskesmas, posyandu, kemudian program-program yang sifatnya promotif preventif. Itu adalah salah satu prioritas kita, menjaga agar masyarakat kita tetap sehat, bukan mengobati orang sakit," ujar Budi di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Prioritas kedua, lanjut Budi, pihaknya akan melakukan restrukturisasi rumah sakit di seluruh Indonesia. Tujuannya yakni untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi penyakit-penyakit yang menyebabkan kematian dan biaya paling tinggi seperti jantung, stroke, dan kanker.

Baca juga: Ternyata Ada Konglomerat Berobat Pakai BPJS Kesehatan

"Nanti kita akan bekerja sama dengan pemerintah daerah, Polri, dan TNI supaya anggarannya pun disinergikan melalui mereka," jelasnya.

Baca juga: Menkes Imbau Pasutri Atur Waktu Kehamilan untuk Cegah Kematian Bayi: Jangan Hamil Usia Muda

Selanjutnya, fokus ketiga adalah membangun industri kesehatan. Untuk itu, Kementerian Kesehatan akan bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian.

Follow Berita Okezone di Google News

Kemudian fokus yang keempat, pemerintah akan mengembangkan kecukupan sumber daya manusia kesehatan. Terkait hal tersebut, Kementerian Kesehatan akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Agama untuk memastikan kecukupan dokter-dokter spesialis.

"Itu akan mendapatkan alokasi anggaran, baik langsung lewat kementerian, maupun terima kasih ke Bu Ani lewat LPDP juga untuk pemberian beasiswa bagi tenaga kesehatan ini," kata Budi.

Fokus kelima, kata Budi, adalah memperbaiki sistem pebiayaan kesehatan. Menurutnya, setelah dua tahun dilanda Covid-19 dan kini mulai pulih, masyarakat mulai memeriksakan penyakit lainnya.

"Itu sekarang yang sedang kita tata untuk memastikan pembiayaan kesehatan itu tetap bisa melayani masalah kesehatan masyarakat dengan sustainable," ungkapnya.

"Kemudian yang terakhir, kita juga sudah mulai untuk melakukan prioritas ke program-program kesehatan masa depan berbasis bioteknologi, _information technology, artificial intelligence, semua teknologi kesehatan baru kita mulai masuk. Itu dari program prioritasnya," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini