Share

Kasus Suap Ketok Palu, Pimpinan DPRD Tulungagung Segera Disidang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 01 Desember 2022 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 337 2718652 kasus-suap-ketok-palu-pimpinan-dprd-tulungagung-segera-disidang-ghGDVLEVoo.jpg Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan tiga tersangka kasus dugaan suap terkait pengesahan APBD alias suap ketok palu dan Bantuan Provinsi (Banprov) di Pemkab Tulungagung. Berkas ketiganya juga telah dilimpahkan penyidik ke tahap penuntutan.

Ketiga tersangka tersebut yakni, Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Adib Makarim (AM). Kemudian, Anggota DPRD Tulungagung, Imam Kambali (IK), serta mantan Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Agus Budiarto (AB). Ketiganya pernah sama-sama menjadi pimpinan DPRD Tulungagung pada periode 2014 - 2019.

"Tim penyidik telah selesai melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dengan tersangka AM dkk ke tim jaksa. Tahap II ini dilaksanakan karena terpenuhinya seluruh kelengkapan isi perkara," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (1/12/2022).

BACA JUGA:KPK Periksa Pakde Karwo soal Dana Bantuan Keuangan Pemprov Jatim yang Seret Bupati Tulungagung 

Saat ini, kata Ali, penahanan para tersangka masih berlanjut untuk 20 hari ke depan sampai dengan 19 Desember 2022. Adapun, Adin Makarim dan Agus Budiarto ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung Merah Putih KPK Jakarta. Sedangkan Imam Kambali, ditahan di Rutan Gedung Lama KPK.

"Pelimpahan berkas perkara dan surat dakwaan dalam waktu 14 hari kerja segera dilaksanakan Tim Jaksa ke Pengadilan Tipikor," ujarnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga Wakil Ketua DPRD Tulungagung periode 2014-2019 sebagai tersangka kasus dugaan suap ketok palu terkait pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan APBD-P Kabupaten Tulungagung.

BACA JUGA:Korupsi LNG, KPK Periksa Direktur PT Pertamina 

Follow Berita Okezone di Google News

Ketiga Legislator Tulungagung tersebut yakni, Adib Makarim (AM); Imam Kambali (IK); serta Agus Budiarto (AB). Ketiganya diduga turut menerima uang suap 'ketok palu' bersama dengan Ketua DPRD Tulungagung periode 2014-2019, Supriyono, sebesar Rp1 miliar.

Mulanya, Supriyono, Adib, Imam, dan Agus yang merupakan pimpinan DPRD Tulungagung periode 2014-2019 melakukan rapat pembahasan terkait RAPBD Tahun Anggaran 2015.

Namun, pembahasan RAPBD tahun 2015 antara pimpinan DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Kabupaten Tulungagung tersebut deadlock atau tidak menemui jalan keluar.

Supriyono bersama ketiga wakilnya kemudian melakukan pertemuan dengan perwakilan TAPD untuk mencari jalan keluar. Dalam pertemuan tersebut, Supriyono, Adib, Agus dan Imam diduga berinisiatif untuk meminta sejumlah uang ke TAPD Pemkab Tulungagung.

Selain uang ketok palu, diduga ada permintaan tambahan uang lain sebagai jatah banggar yang nilai nominalnya disesuaikan dengan jabatan dari para anggota DPRD. Penyerahan uang diduga dilakukan secara tunai di kantor DPRD Kabupaten Tulungagung yang berlangsung dari tahun 2014 sampai tahun 2018.

Diduga, ada beberapa kegiatan yang diminta oleh Imam Kambali mewakili Supriyono, Adib, dan Agus untuk dilakukan pemberian uang dari mantan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo. Di antaranya, pada saat pengesahan, penyusunan APBD murni, maupun penyusunan perubahan APBD.

Adib, Agus, dan Imam diduga menerima uang suap 'ketok palu' masing-masing sejumlah sekitar Rp230 juta.

Atas perbuatannya, Adib, Agus, dan Imam disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini