Share

Jokowi Bakal Beri Ganti Rugi 8 Ribu Rumah Korban Gempa Cianjur Pekan Depan

Raka Dwi Novianto, MNC Portal · Kamis 01 Desember 2022 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 337 2718490 jokowi-bakal-beri-ganti-rugi-8-ribu-rumah-korban-gempa-cianjur-pekan-depan-HAGODHsYU2.jpg Presiden Jokowi (Foto: BPMI)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menyerahkan bantuan secara langsung bagi korban gempa di Cianjur pada Senin pekan depan, 5 Desember 2022.

Bantuan dari Kepala Negara tersebut berupa ganti rugi rumah para korban gempa Cianjur mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat.

"Ganti rugi nanti insyaallah hari Senin Bapak Presiden akan menyerahkan bantuan. langsung. Untuk perbaikan rumah, mulai dari rusak rumah ringan, sedang, berat yang sudah terverifikasi. Untuk rombongan pertama ini sekitar 8.000 yang nanti akan diserahkan langsung oleh bapak presiden," kata Menko PMK Muhadjir Effendy di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Pemberian bantuan langsung oleh Presiden Jokowi tersebut sebagai wujud memberikan semangat langsung agar para korban gempa tetap melanjutkan hidupnya.

Baca juga: 14.490 Rumah Rusak Akibat Gempa Cianjur, Menko Muhadjir Intruksikan Rekonstruksi & Rehabilitasi

Muhadjir berharap para korban gempa Cianjur bisa kembali melanjutkan aktivitas hidupnya. Roda perekonomian di Cianjur pun harus dihidupkan kembali.

Baca juga: 12 Orang Masih Hilang di Gempa Cianjur, Tim SAR Perpanjang Pencarian hingga Akhir Pekan

"Ini karena untuk segera menggairahkan masyarakat. Kan kalau masyarakat sudah dapat langsung dari Pak Presiden, kita harapkan masyarakat segera tidak merasa kondisinya bencana lagi, tetapi sudah mulai hidup. Mulai bangkit kembali, terutama dari sektor ekonomi kan tidak boleh berlama-lama," kata Muhadjir.

Ia menambahkan bahwa pemberian bantuan ganti rugi akan diberikan pada tahap pertama untuk 8 ribu dari sekitar 60 ribu rumah yang rusak akibat gempa Cianjur.

Follow Berita Okezone di Google News

"Itu masih dalam proses verifikasi. Kalau yang kemungkinan itu sekitar 60 ribu, baik ringan, sedang maupun berat. Tapi nanti kan setelah didata kemudian di verifikasi dulu, dipastikan. Apakah memang sesuai dengan daftar yang disampaikan dari pihak kelurahan itu memang sesuai. Dan kita sudah melibatkan perguruan tinggi lalu kementerian PUPR dan bnpb, utamanya perguruan tinggi yang punya fakultas teknik sipil," ungkapnya.

Selain itu, Muhadjir mengatakan bahwa pemerintah juga memfokuskan pada perbaikan fasilitas umum khususnya pada sektor pendidikan.

"Sekarang sudah mulai kita tangani untuk fasum, utamanya di sektor pendidikan. Sehingga jangan sampai pendidikannya berlama-lama terbengkalai, baik nanti ada sekolah-sekolah sementara atau darurat, maupun untuk menangani sekolah-sekolah madrasah," kata Muhadjir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini