Share

Kisah Soekarno Minta Restu Kiai Hasyim Asyari Sebelum Proklamirkan Kemerdekaan RI

Tim Okezone, Okezone · Kamis 01 Desember 2022 05:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 337 2718124 kisah-soekarno-minta-restu-kiai-hasyim-asyari-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-ri-kGUvWZFGmK.jpg Soekarno meminta nasihat ulama (Foto: Nu Online)

JAKARTA - Perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan tidaklah mudah. Meski, banyak halang rintang dan pengorbanan tak memupuskan harapan.

Ketika Perang Dunia II pecah, Amerika Serikat menjatuhkan bom di Kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang pada Agustus 1945, sebagaimana dilansir Nu.online. Momentum itu dimanfaatkan para pemuda Indonesia.

BACA JUGA:4 Jenderal yang Diangkat Jadi Menteri oleh Presiden Soekarno 

Hantaman bom membuat pemerintahan Jepang porak-poranda. Dalam kondisi tersebut, Soekarno, sempat bimbang hingga akhirnya memanfaatkan momentum tersebut untuk memproklamirkan kemerdekaan RI.

Dalam mengambil keputusan atau melakukan hal-hal penting, Soekarno memiliki ritual sendiri. Dia kerap meminta nasihat ulama. Tak ayal, beberapa hari sebelum proklamirkan kemerdekaan, Bung Karno sowan pendiri NU KH Hasyim Asyari.

 BACA JUGA:Siapa Wanita yang Pernah Menolak Soekarno? Ini Dia Orangnya

Follow Berita Okezone di Google News

Bung Karno meminta nasihat dan restu pendiri NU KH Hasyim Asyari terkait waktu dan tanggal kemerdekaan yang tepat.

KH Hasyim Asyari pun memberikan masukan, bahwa proklamasi dilakukan pada hari Jumat pada Ramadhan. Jumat itu Sayyidul Ayyam (penghulunya hari).

Sedangkan Ramadhan itu Sayyidus Syuhrur (penghulunya bulan). Hari itu tepat 9 Ramadhan 1364 H, bertepatan dengan 17 Agustus 1945 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini