Share

3 Jenderal yang Diangkat jadi Menteri oleh Megawati, Nomor 1 Presiden Ke-6 Indonesia

Tika Vidya Utami, Litbang Okezone · Kamis 01 Desember 2022 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 337 2717853 3-jenderal-yang-diangkat-jadi-menteri-oleh-megawati-nomor-1-presiden-ke-6-indonesia-bbwG1B5IDL.jpg Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Megawati Soekarnoputri merupakan presiden ke-5 Indonesia. Ia menjabat sebagai presiden dari 2001-2004. Di dalam kabinet yang dibentuknya, Kabinet Gotong Royong, terdapat jenderal yang diangkat menjadi menteri. Berikut daftarnya.

BACA JUGA: Momen Langka SBY dan Megawati Duduk Satu Meja di G20 Bali, Ini Percakapan Keduanya 

1. Susilo Bambang Yudhoyono

Jenderal TNI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lahir di Pacitan, 9 September 1945. SBY adalah lulusan terbaik Akabri pada 1973 dengan menerima penghargaan Lencana Adhi Makayasa. Pendidikan militernya dilanjutkan di Fort Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat, yakni di Airborne and Ranger Course pada 1976 dan Infantry Officer Advanced Course pada 1982-1983. Ia juga menimba ilmu di beberapa tempat lainnya di dalam dan luar negeri.

Perjalanan militer SBY dimulai dengan mengemban jabatan Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad pada 1974-1976, dilanjutkan dengan Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad pada 1976-1977. Sementara karier politik SBY dimulai pada Januari 2000. Ia memutuskan untuk pensiun dini dari militer saat dipercaya menjadi Menteri Pertambangan dan Energi pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Di era pemerintahan Presiden Megawati, SBY dilantik menjadi Menko Polhukam pada Kabinet Gotong Royong.

Follow Berita Okezone di Google News

2. Agum Gumelar

Jenderal TNI Agum Gumelar lahir di Tasikmalaya, 17 Desember 1945. Agum Gumelar merupakan salah satu jenderal yang dilantik sebagai menteri oleh Presiden Megawati. Agum sempat kuliah di Fakultas Kedokteran Unpad (Universitas Padjajaran) selama setahun. Kemudian ia melanjutkan ke Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang pada 1968. Karier militer Agum dimulai sebagai Staf Kopkamtib dan Bakin pada 1973-1976. Ia juga pernah terlibat Operasi Penumpasan Pemberontakan PGRS/Paraku di Kalimantan Barat.

Pada 1993-1994, Agum menjadi Komandan Jenderal Kopassus. Karier politik Agum dimulai saat dirinya menjadi Menteri Perhubungan di Kabinet Persatuan Nasional pada 1999-2000. Hingga akhirnya pada 2001-2004, ia dilantik menjadi Menteri Perhubungan di Kabinet Gotong Royong era kepemimpinan Presiden Megawati.

3. Hari Sabarno

Letnan Jenderal Hari Sabarno lahir di Solo, 12 Agustus 1944. Hari Sabarno menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang pada 1967. Perjalanan karier militernya dimulai pada 1968-1975 dengan menjabat sebagai Komandan Peleton dan Kasi-2 Brigade Infantri di Kodam Brawijaya. Kariernya pun semakin menanjak setelah dipromosikan menjabat sebagai Wakasospol serta Asospol Kasospol ABRI pada 1994-1995.

Pada 1995, Hari Sabarno dipercaya mewakili ABRI di lembaga legislatif. Berkiprah di legislatif, ia terpilih menjadi Ketua Fraksi ABRI hingga Wakil Ketua MPR/DPR dari fraksi TNI/Polri. Usai berkarier di parlemen, ia mengemban jabatan Menteri Dalam Negeri pada era pmerintahan Presiden Megawati. Pada 2019, Hari Sabarno meninggal dunia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini