Share

Bharada E Peragakan Saat Menembak Brigadir J, Sempat Dengar Korban Mengerang Kesakitan

Ari Sandita Murti, MNC Portal · Rabu 30 November 2022 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 337 2717842 bharada-e-peragakan-saat-menembak-brigadir-j-sempat-dengar-korban-mengerang-kesakitan-YJqt2qyTrQ.jpg Bharada E jalani persidangan (Foto: Antara)

JAKARTA - Richard Eliezer atau Bharada E mengaku sempat berdoa di dalam toilet setelah mendapatkan perintah dari Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir Yosua atau Brigadir J.

Dalam doanya ini, Richard pun meminta agar Tuhan dapat mengubah pikiran Ferdy Sambo yang memerintahkan dia untuk menembak Yosua.

Hal itu diungkapkan oleh Richard saat sidang kasus penembakan Brigadir J di PN Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Awalnya kata Richard, Ferdy Sambo sempat memberikan beberapa amunisi senjatanya usai memerintahkan dirinya untuk menembak Yosua.

Baca juga: Doa Bharada E sebelum Tembak Brigadir J: Tuhan, Ubah Pikiran Sambo

"Kemudian Pak FS bertanya senjata Yosua mana, saya bilang di mobilnya bapak. Nanti kamu turun ke bawah, kau ambil dan bawa ke sini, baru saya izin bapak saya berdiri, dia (Ferdy Sambo), 'Wei chad, kalau ada yang nanya bilang mau isolasi," kata Richard saat bersaksi di ruang sidang.

Richard pun bergegas ke mobil untuk menaruh senjata HS ke dalam tasnya. Setelah itu, ia kembali masuk ke rumah Saguling sambil membawa kotak makanan.

Baca juga: Bharada E Ungkap Detik-Detik Penembakan, Brigadir J Masih Hidup saat Ditembak Sambo

"Di lantai 3 ada pintu yang cuma bisa dibuka dari dalam karena ada kodenya. Kemudian saya, izin bapak, enggak lama dia buka pintu, saya buka tas saya kasih senjata HS itu, izin bapak. Terus katanya 'sudah kamu turun saja'. Saya turun," jelas Richard.

"Padahal itu pikiran saya, saya mau makan. Tapi sudah tidak fokus lagi, pikiran saya sudah kacau, rencana mau makan, tidak jadi makan," tambahnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Richard pun mengaku sempat ke toilet setelah turun dari lantai tiga rumah Saguling. Saat itu, Richard pun berdoa agar Tuhan dapat mengubah jalan pikiran Ferdy Sambo yang menyuruhnya menembak mati Brigadir J.

Lantas, ia pun merasa takut dan tidak bisa cerita ke siapapun atas perintah dari Ferdy Sambo itu, sehingga ia hanya bisa berdoa kepada Tuhan.

"Turun, saya ke toilet, saya masuk ke toilet dan berdoa, 'Tuhan, kalau bisa Tuhan ubah pikiran Pak Sambo. Ubah pikirannya ya Tuhan biar tidak jadi. Karena saya takut, saya enggak tahu mau cerita ke siapa lagi'. Saya berdoa, saya keluar," imbuh Richard.

Bharada E pun mengungkapkan detik-detik sebelum menembak Brigadir J. Saat itu, Brigadir J sempat didorong sebelum ditembak mati.

"Korban bilang ada apa pak, ada apa pak," kata Bharada E sambil menirukan Brigadir J yang mengangkat tangan.

Bharada E menambahkan bahwa Ferdy Sambo meminta Brigadir J untuk menunduk. "Jadi posisinya tidak jongkok agak menunduk saja," tuturnya

Lantas majelis hakim pun meminta agar Bharada E menirukan bagiamana reaksi Brigadir J sebelum dieksekusi. Tampak, Brigadir J mundur dengan tangan diangkat.

"Baru saya langsung menembak," kata Bharada E.

"Berapa kali," timpal hakim.

"3 sampai 4 kali," ujarnya.

Hakim pun menanyakan apakah Bharada E melihat Brigadir J saat menembak. "Melihat Yang mulia," kata dia.

"Saudara berhadap-hadapanm," tanya hakim. "Berhadap-hadapan," timpal Bharada E dengan mata berkaca-kaca.

Bharada E pun masih mendengar suara Brigadir J mengerang kesakitan usai ditembak. Setelah itu, Ferdy Sambo langsung maju dan memegang senjata dan menembak Brigadir J.

"Berapa kali FS menembak Yosua?," tanya hakim.

"Saya sudah tidak ingat Yang Mulia," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini