Share

Ketika Soeharto Pilih Benny Moerdani Jadi Panglima TNI

Tim Okezone, Okezone · Rabu 30 November 2022 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 337 2717689 ketika-soeharto-pilih-benny-moerdani-jadi-panglima-tni-XweiC1ecV3.jpg Benny Moerdanny. (Gusdurnet)

JAKARTA - Pada akhir 1982 bursa calon Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI/kini Panglima TNI) menghangat. Sejumlah nama perwira beredar jelang berakhirnya jabatan Jenderal TNI Andi Muhammad Jusuf sebagai Panglima ABRI.

Dari informasi yang beredar, Mabes TNI menyodorkan 3 nama jenderal bintang tiga kepada Presiden saat itu, Soeharto. Ketiga nama itu adalah Pangkowilhan I Sumatera Letjen TNI Soesilo Sudarman, Pangkowilhan II Jawa Madura Letjen TNI Yogie S Memet, dan Pangkowilhan III Letjen TNI Himawan Susanto.

Tiga nama ini bukan jenderal sembarangan. Selain sosok senior, mereka merupakan perwira tempur yang tak diragukan lagi kapasitasnya. Jasa-jasa mereka dalam menjaga NKRI juga luar biasa.

Misalnya Letjen TNI Himawan Susanto. Jenderal berkumis tebal lulusan Akademi Militer Jogjakarta 1948 ini turut bertempur melawan Belanda. Setelah itu, prajurit Divisi III Siliwangi ini turut serta melawan pemberontakan DI/TII. Ia juga ikut menumpas PKI di Madiun.

Begitu pula Letjen Yogie S Memet. Jenderal Baret Merah yang banyak berkecimpung di Pasukan Kujang Divisi III Siliwangi ini keluar masuk hutan untuk menumpas pemberontakan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan. Karena prestasinya yang menonjol, dia pernah dipercaya memegang tiga jabatan sekaligus: Danjen Kopassus, Pangdam Siliwangi, dan Pangkowilhan.

Letjen TNI Soesilo juga lulusan Akademi Militer Jogjakarta. Kariernya banyak dihiasi dengan pertempuran melawan agresi Belanda. Sebagaimana Himawan, dia terlibat operasi penumpasan PKI-Madiun 1948. Soesilo juga ikut Operasi Perang Kemerdekaan II di wilayah sekitar Jogja, bergabung dalam kesatuan Sub-Werkhreise 104, Werkhreise III.

Lalu siapa yang dipilih Soeharto? Ternyata Soeharto tidak memilih ketiganya. Secara mengejutkan Soeharto memilih jenderal bintang dua alias mayor jenderal, sosok yang sebenarnya secara kepangkatan masih di bawah tiga jenderal top tersebut. Siapa dia?

Benny Moerdani Jadi Panglima

Bukan Soesilo, Himawan, atau Yogie yang ditunjuk Soeharto untuk menjadi orang nomor satu di militer Indonesia. Mantan Pangkostrad itu lebih memilih Mayjen TNI Leonardus Benyamin Moerdani.

Follow Berita Okezone di Google News

Soeharto menggunakan caranya yang sangat khas ketika memutuskan Benny sebagai Panglima ABRI, yaitu kalem dan halus. Soeharto tak langsung menyebut nama Benny sebagai penerus Jusuf, tapi menggunakan dengan kode tertentu.

Saat disodorkan tiga nama jenderal bintang tiga itu oleh Mabes TNI, Soeharto justru bertanya.

“Benny ada di mana sekarang?” tanya Pak Harto dikisahkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam buku biografinya “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto”, dikutip Selasa (28/11/2022), melansir Sindonews.

Pertanyaan Soeharto itu menjadi sebuah sinyal. Menurut Prabowo, tidak mungkin Pak Harto tidak tahu di mana Benny Moerdani berada.

Diketahui saat itu Benny menjabat Asintel Hankam. Serdadu didikan tokoh intelijen Ali Moertopo itu menjabat Asintel dalam waktu lama.

Masalahnya, Benny Moerdani saat itu masih mayjen. Lazimnya, Panglima TNI diambil dari jenderal bintang empat dari kepala staf angkatan atau jenderal bintang tiga sehingga promosi ke bintang empat. Mabes TNI pun menanyakan soal ini.

Soeharto menjawab enteng. “Ya sudah, jadikan saja Benny letjen segera,” titah Soeharto, ditulis Prabowo.

Di era Orde Baru, siapa berani melawan Soeharto? Begitu mendengar pernyataan itu, Benny pun tak lama naik pangkat menjadi letjen. Tak lama, jenderal telik sandi kelahiran Blora, Jawa Tengah itu akhirnya ditunjuk sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Jusuf.

Dalam pandangan Prabowo, keputusan Pak Harto mengangkat Benny menunjukkan Presiden ke-2 RI tersebut tidak lupa pada orang yang berjasa bagi negara. Siapa pun tahu, Benny merupakan perwira Baret Merah yang menjadi komandan salah satu tim Operasi Naga untuk membebaskan Irian Barat (kini Papua).

Pak Harto, kata Prabowo, seorang panglima perang. Karena itu dia menilai orang tidak dari riwayat hidup formal, jabatan atau gelar-gelar akademis tertentu, tapi dengan prestasi lapangan. Bagi Pak Harto, orang yang siap mati ke daerah operasi (dikenal dengan istilah one way ticket di kalangan TNI) merupakan pribadi-pribadi khusus. Faktor itu lah yang dinilai menjadi alasan jenderal besar itu memilih Benny sebagai Panglima ABRI.

Benny Moerdani menjabat sebagai Panglima pada kurun waktu 28 Maret 1983 hingga 27 Februari 1988. Sudah jelas ketika itu dia termasuk jenderal yang dilabeli ‘Orang Soeharto’ karena kesetiaannya.

Tidak mengherankan dia juga kerap dilabeli sebagai sosok yang 'menghabisi' rival-rival politik Presiden. Pendek kata, Benny merupaka kartu As Soeharto untuk mengamankan semua urusan hankam dan sosial politik Indonesia.

"Ketika Benny menjabat Panglima ABRI sekaligus Panglima Kopkamtib tahun 1983 hingga 1988, nyaris tak terdengar ada gerakan makar melawan pemerintah," kata Floberiberta Aning S dalam tulisannya di buku "100 Tokoh yang Mengubah Indonesia: Biografi Singkat Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah Indonesia Abad 20."

Namun keberanian Benny mengingatkan tentang sepak terjang bisnis anak-anak Pak Harto telah membuat The Smiling General (julukan Soeharto) itu murka. Benny pun tersingkir dari ring satu Cendana.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini