Share

Ferdy Sambo Bilang 'Jangan Ramai-Ramai' Bukan untuk Rintangi Penyidikan

Rizky Syahrial, MNC Media · Selasa 29 November 2022 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 337 2717323 ferdy-sambo-bilang-jangan-ramai-ramai-bukan-untuk-rintangi-penyidikan-zSdOVgCo70.jpg Ferdy Sambo (Foto: MPI)

JAKARTA - Terdakwa Ferdy Sambo menanggapi keterangan 'jangan ramai-ramai' saat penyidikan. Menurutnya hal tersebut diatur oleh Perkadiv 1 tahun 2009, dan bukan bermaksud untuk merintangi penyidikan di kasus pembunuhan Brigadir J.

Keterangan itu disampaikan Sambo pada sidang kasus penembakan Brigadir Yosua atau Brigadir J di PN Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022).

"Saya ingin menyampaikan yang saya maksudkan 'jangan ramai ramai' adalah bukan perintangan (penyidikan), tapi maksudnya saya perlu sampaikan bahwasanya penanganan awal oleh Propam itu diatur perkadiv 1 tahun 2009, jadi terhadap peristiwa yang disampaikan," ujar Sambo.

Sambo juga menjelaskan soal keterangan dari eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit soal keberadaan Sambo saat di TKP Rumah Dinasnya, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Pertama keterangan dari Ridwan saya meninggalkan TKP setelah jenazah dibawa ke RS, jadi saya masih ada disitu sampai selesai," terang Sambo.

Sebelumnya, Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Ridwan Soplanit mengungkapkan perintah terdakwa Ferdy Sambo setelah melihat jasad Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J .

Hal itu diungkapkan Ridwan saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Follow Berita Okezone di Google News

Mulanya, Ridwan menceritakan dirinya diminta ke rumah dinas Ferdy Sambo. Saat masuk di dalam rumah, dia terkejut sudah ada jasad Brigadir J tergeletak di samping tangga. Singkat cerita, Ridwan hendak meninggalkan TKP. Namun, saat beranjak keluar rumah, Sambo memberikan perintah agar insiden kematian Brigadir J tidak gaduh.

Syahdan, Ridwan langsung keluar rumah dinas Sambo dan langsung menghubungi anak buahnya untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mendengar hal itu, ketua majelis hakim Wahyu Iman Santoso menanyakan terkait konteks perintah Sambo.

"Saat itu bagi saya maksudnya jangan sampaikan hal tersebut di luar dari garis komando, masalahnya ke Kapolres atau kemana," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini