Share

Cerita Bacaleg Perindo Venna Melinda Temui Anak Jalanan di Kolong Jembatan saat Jadi Anggota DPR

Nur Khabibi, MNC Portal · Selasa 29 November 2022 18:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 337 2717295 cerita-bacaleg-perindo-venna-melinda-temui-anak-jalanan-di-kolong-jembatan-saat-jadi-anggota-dpr-RDZz8Lf0rM.jpg Venna Melinda/Tangkapan layar media sosial

JAKARTA - Bacaleg Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Venna Melinda membagikan pengalamannya saat menjadi anggota DPR RI. Seperti menemui anak jalanan dan memperjuangkannya mendapatkan akses pendidikan.

(Baca juga: Cerita Venna Melinda Gabung Partai Perindo Usai Dengar Pidato Hary Tanoesoedibjo)

Awalnya Venna mengaku tidak tertarik dengan dunia politik. Hal itu karena apa yang dia lihat di pemberitaan tentang sisi buruk politikus.

Namun, seiring berjalannya waktu ia menyadari dengan berpolitik dapat menjadi lebih bermanfaat bagi banyak orang. Salah satunya, ketika ia tergabung dalam Komisi X DPR RI yang salah satu tugasnya adalah tentang masalah pendidikan. Venna menjelaskan, kala itu ia sering mengunjungi kaum marginal yang hidup di kolong jembatan.

Pada saat itu, ia menanyakan kepada beberapa anak mengapa mereka mengamen di jalanan. Kemudian, lanjut Venna, mereka menjawab alasan mengamen karena ingin mengumpulkan uang untuk bersekolah. Namun, di waktu yang sama mereka harus mencari uang untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

"Saya selalu bersuara dari pertama Pak Menterinya M. Nuh, akhirnya Pak Anies, bagaimana nasib anak-anak marginal? Mereka harus cari uang tapi di waktu yang sama mereka harus juga belajar, akhirnya mereka belajar di kolong-kolong jembatan," kata Venna dalam Podcast Aksi Nyata bertajuk 'Industri Perfilman Hingga Bullying, Alasan Venna Melinda Terjun Kembali ke Dunia Politik', beberapa waktu lalu.

 

Follow Berita Okezone di Google News

Dia meminta anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN harus juga menyasar anak-anak itu. "Itu yang saya bilang harus dong anggaran 20 persen menyasar mereka, termasuk anak-anak yatim piatu, anak-anak yang (bersekolah) non-formal, akhirnya keluarlah Kartu Indonesia Pintar (KIP) di zaman Pak Jokowi," jelasnya.

Venna mengaku bahagia lantaran KIP diterbitkan. Apalagi, KIP menyasar siswa dari tingkat dasar hingga tingkat atas. Dengan begitu, semua anak yang kurang mampu punya kesempatan untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi lagi.

"Jadi mereka tidak ada lagi alasan tidak punya duit untuk beli buku, ongkos, dan seragam, karena semua tercover," tutup Venna.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini