Share

5 Fakta Satu Keluarga di Magelang Keracunan, Terjadi Usai Minum Teh dan Kopi

Tim Okezone, Okezone · Rabu 30 November 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 337 2717248 5-fakta-satu-keluarga-di-magelang-keracunan-terjadi-usai-minum-teh-dan-kopi-UJsnwgPcAw.jpg Ilustrasi/ Foto: Istimewa

JAKARTA - Satu keluarga yang terdiri dari 3 orang ditemukan tewas diracun di rumahnya sendiri, Senin (28/11/2022). Lokasinya di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Tiga korban ditemukan di tiga kamar mandi.

Korban tewas masing-masing adalah Abbas Ashar (58) pensiunan PNS, status suami; Heri Riyani (54) istri Abbas Ashar, dan Dhea Chairunnisa (24) anak pertama, berjenis kelamin perempuan bekerja sebagai pegawai di PT KAI Yogyakarta. Berikut fakta-fakta terkait satu keluarga tewas keracunan.

1. Tewas usai mimum teh dan kopi

Satu keluarga ini tewas keracunan usai meminum teh dan kopi. Hal ini diungkap oleh Plt Kapolresta Magelang AKBP M Sajarod Zakun. Hal ini lantaran berdasarkan hasil autopsi ditemukan racun di saluran napas, bibir, dan lambung korban. Tak hanya itu, racun juga ditemukan di otak, hati, jantung hingga paru-paru.

"Dari minuman teh dan kopi (yang dicampurkan racun)," katanya.

2. Racun dengan kadar tinggi

Sajarod pun mengungkapkan, racun yang ditemukan di tubuh korban memiliki kadar yang sangat mematikan. Tak ayal korban langsung mengalami mual dan muntah hingga meregang nyawa. "Kadarnya sangat mematikan, bisa 3 orang dewasa meninggal karena meminum cairan yang ada racun," ujarnya.

3. Pelaku adalah anak korban

Fakta mengejutkan dari peristiwa ini adalah, pelaku utama ternyata adalah anak laki-laki korban. Pelaku diketahui bernama DD (22) yang merupakan anak kedua korban. DD adalah orang pertama yang melaporkan ketiga korban tergeletak di kamar mandi rumah dan membawanya ke rumah sakit. Namun nyawa mereka sudah tak tertolong.

Pelaku pun kemudian dijerat Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

Follow Berita Okezone di Google News

4. Pelaku meracun keluarganya dua kali

Peristiwa meninggalnya satu keluarga akibat diracun merupakan usaha kedua yang dilakukan pelaku. Sebelumnya, pelaku sempat melakukan hal yang sama pada Rabu (23/11/2022), namun usahanya gagal. Saat itu, dia mencampurkan zat kimia (arsenik) ke dalam dawet, namun karena dosisnya terlalu rendah atau kurang sehingga hanya mengakibatkan mual-mual saja dan tidak sampai menimbulkan kematian.

"Ada dua kali percobaan, pertama sempat membelikan dawet untuk beberapa orang, tidak hanya keluarganya, namun tidak sampai mengakibatkan kematian. Zat beracun dibeli secara online," kata Sajarod.

5. Motif pelaku karena dibebani terlalu bayak

Sajarod menjelaskan, motif sementara baik dari keterangan pelaku dan lingkungan sekitar tempat tinggal bahwa yang bersangkutan sakit hati karena diberi beban untuk menanggung kebutuhan keluarga.

Orangtua terduga pelaku dua bulan lalu baru saja pensiun, kebutuhan rumah tangga cukup tinggi karena orang tua terduga pelaku kebetulan memiliki penyakit sehingga butuh biaya pengobatan, sedangkan anak pertama (korban perempuan) tidak diberikan beban untuk menanggung semua kebutuhan.

Namun yang diberi beban anak kedua yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka. Dia mengatakan dari situlah muncul niat karena sakit hati untuk menghabisi orang tua maupun kakak kandungnya sendiri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini