Share

Serangan Mendadak Pasukan Kalingga dan Sunda Tewaskan Raja Galuh Purbasora

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 29 November 2022 06:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 337 2716725 serangan-mendadak-pasukan-kalingga-dan-sunda-tewaskan-raja-galuh-purbasora-FyyyZ3Fijt.jpeg Peta Kerajaan Sunda. (Foto: Dok Ist)

KERAJAAN Sunda merupakan pecahan Kerajaan Tarumanagara yang berdiri tahun 670 Masehi. Hal ini sejalan dengan sumber berita Cina yang menyebutkan bahwa utusan Tarumanagara yang terakhir mengunjungi negeri itu terjadi pada tahun 669 Masehi. 

Tarusbawa memang mengirimkan utusan yang memberitahukan penobatannya kepada raja Cina dalam tahun 669 M, sebagaimana disebutkan Saleh Danasasmita di bukunya "Menemukan Kerajaan Sunda". Tarusbawa sendiri dinobatkan sebagai raja pada tanggal 9 bagian-terang bulan Jesta tahun 591 Saka yang kira-kira bertepatan dengan tanggal 18 Mei 669 M.

Tarusbawa adalah sahabat baik Bratasenawa alias Sena (709-716 M) raja Galuh yang ketiga. Tokoh ini adalah tokoh Sanna ayah Sanjaya dalam prasasti Canggal (732 M). Persahabatan ini pula yang telah mendorong Tarusbawa mengambil Sanjaya menjadi menantunya. 

Bratasenawa alias Sanna atau Sena digulingkan dari tahta Galuh oleh Purbasora dalam tahun 716 M. Purbasora adalah cucu Wretikandayun dari puteranya yang sulung, sedangkan Sena adalah cucu Wretikandayun dari putranya yang bungsu. 

Ayah Purbasora adalah Batara Danghyang Guru Sempakwaja pendiri Kerajaan Galunggung, sedangkan ayah Sena adalah Mandiminyak raja Galuh kedua yang memerintah antara tahun 702 - 709 Masehi. 

Baca juga:  Langgar Tabu, Raja Sunda Nikahi Perempuan Majapahit yang Telah Bertunangan

Namun demikian Purbasora dan Sena bersamaan ibu akibat hubungan gelap antara Mandiminyak dengan istri Sempakwaja. Tokoh Sempakwaja tidak dapat menggantikan kedudukan ayahnya menjadi raja Galuh karena ompong atau dapat dikatakan seorang raja tidak boleh memiliki cacat jasmani. 

Oleh karena itulah adiknya yang bungsu yang mewarisi tahta Galuh dari Wretikandayun. Akan tetapi putra Sempakwaja merasa tetap berhak atas takhta Galuh. Lagi pula asal-usul Raja Sena yang kurang baik, telah menambah hasrat Purbasora untuk merebut tahta Galuh dari padanya. 

Dengan bantuan pasukan dari mertuanya, raja Indraprahasta yang ada di daerah Cirebon, Purbasora melancarkan perebutan tahta Galuh. Sena melarikan diri ke Kalingga karena istrinya, Sanaha, adalah cucu Maharani Sima ratu Kalingga.

Sanjaya yang berniat menuntut balas meminta bantuan kepada Tarusbawa sahabat baik ayahnya. Hasratnya dilaksanakan setelah ia menjadi raja Sunda yang memerintah atas nama istrinya. Sebelum itu ia telah menyiapkan pasukan khusus di daerah Gunung Sawal atas bantuan Rabuyut Sawal yang juga sahabat baik ayahnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Pasukan khusus ini dipimpin langsung oleh Sanjaya, sedangkan pasukan Sunda dipimpin oleh Patih Anggada. Serangan dilakukan malam hari dengan diam - diam dan mendadak membuat seluruh keluarga Purbasora gugur.

Namun ada segelintir orang yang berhasil lolos dari serangan itu, salah satunya patih Galuh yang juga menantu Purbasora bersama segelintir anggota pasukannya. Ia adalah Bimaraksa yang karena kedudukannya merangkap sebagai senapati kerajaan lebih dikenal dengan julukannya Ki Balangantrang. 

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini