Share

Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf Minta Maaf Soal Keterangan Bohong

Rizky Syahrial, MNC Media · Senin 28 November 2022 21:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 337 2716609 richard-eliezer-ricky-rizal-dan-kuat-maruf-minta-maaf-soal-keterangan-bohong-0c4e2Pi4zc.jpg Sidang pembunuhan Brigadir J di PN Jaksel (foto: dok MPI)

JAKARTA - Terdakwa Richard Eliezer, Kuat Maruf, dan Ricky Rizal meminta maaf kepada anak buah Ferdy Sambo yaitu, Agus Nurpatria, Arif Rahman Arifin, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto soal kebohongan saat pemeriksaan.

Permintaan maaf tersebut dikatakan oleh mereka saat memberikan tanggapan soal keterangan saksi, pada sidang lanjutan Obstruction of Justice kasus penembakan Brigadir Yosua di PN Jakarta Selatan, Senin (28/11/2022).

 BACA JUGA:Ferdy Sambo Disebut Setuju Kembalikan Uang Rp150 Juta Milik Brigadir J ke Pihak Keluarga

Dalam hal ini ketiga terdakwa memberikan keterangan berbohong pada awal pemeriksaan di Paminal Div Propam Mabes Polri,

Hal tersebut dikarenakan ketiga terdakwa mengikuti skenario apa yang diperintahkan oleh Ferdy Sambo.

 BACA JUGA:Nangis Memandangi Foto Keluarga, Ferdy Sambo: Percuma Bintang 2, Tidak Bisa Menjaga Istri

"Saya mau minta maaf kepada pak agus pak arif, pak chuck, sama Pak Baiquni karena pada pemeriksaan saya berbohong di Paminal, dan di Saguling Terima kasih," kata Kuat Maruf.

Follow Berita Okezone di Google News

Senada dengan Kuat, Ricky Rizal juga menyatakan permintaan maafnya kepada Agus Nurpatria karena tidak berkata jujur saat pemeriksaan.

"Saya ingin meminta maaf kepada Agus Nurpatria selaku pemeriksa di paminal karena tidak jujur," tutur Ricky Rizal.

Richard Eliezer juga mengungkapkan hal demikian. Ia juga meminta maaf kepada atasannya karena bersifat tidak jujur dan tidak terbuka.

Saya izin minta maaf kepada komandan-komandan saya, karena dari awal saya tidak jujur tidak terbuka," jelas Richard Eliezer.

Richard turut memberikan tanggapan soal keterangan Agus Nurpatria terkait siapa yang datang lebih dulu ke Gedung Provost setelah kejadian penembakan Yosua.

"Jadi di Provost itu, kami duluan sampai di Provost jadi pada saat di Provost sudah melaksanakan pemeriksaan kurang lebih satu jam baru pak FS tiba. jadi sudah menjalankan pemeriksaan duluan baru pak FS tiba, karena ada yang bilang pak fs menceritakan skenarionya di provos," kata Richard.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini