Share

Dapat Hasil Autopsi Sementara Brigadir J, Agus Nurpatria Ragukan Keterangan Bharada E

Ari Sandita Murti, MNC Portal · Senin 28 November 2022 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 337 2716534 dapat-hasil-autopsi-sementara-brigadir-j-agus-nurpatria-ragukan-keterangan-bharada-e-7lJT4LKw0B.jfif Agus Nurpatria (kanan). (MPI)

JAKARTA - Saksi sekaligus terdakwa dugaan kasus obstruction of justice perkara pembunuhan Brigadir J, Agus Nurpatria, mengakui mendapatkan dokumentasi foto terkait laporan hasil autopsi sementara tim dokter RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur terhadap korban. Dia pun meragukan keterangan awal Bharada E atau Richard Eliezer karena berbeda dengan hasil autopsi.

"Sebagaimana dijelaskan Arif Rachman Arifin benar kami menerima informasi foto hasil autopsi sementara. Yang menjadi keraguan saya karena di keterangan awal Pak Richard ini yakin mengeluarkan lima tembakan dan tembakan pertama ke arah dada. Tapi, hasil autopsi sementara itu ada tujuh luka tembak masuk dan enam luka tembak keluar," ujar Agus di persidangan, Senin (28/11/2022).

Ia ragu lantaran Richard mengaku melakukan 5 tembakan, sedangkan di tubuh Brigadir J ada 7 luka masuk dan 6 luka keluar. Alhasil, dia melaporkan hal itu ke Hendra Kurniawan. Akhirnya dia diminta Hendra untuk memastikan kembali terkait luka tersebut.

"Ini (autopsi-red) hasil pemeriksaan yang ditandangani dokter Fajar dan dikirimkan dari Arif Rahman tadi?" tanya hakim.

"Iya," tutur Agus.

Hakim menyebutkan, sesuai hasil autopsi dimaksud, yakni jenazah laki-laki berusia 27 tahun, bergolongan darah B mengenakan kaos lengan pendek berlumuran darah dengan tiga buah lubang pada kaos dada, bahu kanan, dan lengan kanan. Ditemukan 7 tembakan masuk ke kepala bagian belakang sisi kiri, kelopak bawah mata kanan, bibir bagian bawah sisi kiri, pundak bahu kanan, sisi kanan pergelangan tangan kiri, sisi belakang, dan jari manis tangan kiri.

Follow Berita Okezone di Google News

Ditemukan enam buah luka tembak keluar pada hidung, selaput, kelopak mata, tangan bawah, tangan atas kanan, lengan atas kanan, pergelangan kiri sisi depan mulai dari sisi depan dan kiri, jadi manis tengah kiri patah berkeping-keping tulang tengkorak, tulang hidung, tulang rahang bawah sisi kanan, tulang jari manis tangan kiri, pendarahan pada jaringan otak. Otot selanjutnya dua tangan depan disertai patah iga di dua tangan depan, disertai patah iga kanan belakang, bagian organ dengan darah 760 CC dan keluar darah.

Organ tubuh bocor, ditemukan anak peluru bercabang di punggung kiri sisi kanan, perubahan logam berwarna kuning keemasan, screening alkohol negatif. Adapun simpulan hasil autopsi tersebut, korban mati akibat luka tembak pada kepala yang menyebabkan kerusakan jaringan otak dan pendarahan otak.

"Luka masuk pada robek organ sehingga mengakibatkan pendarahan hebat. Demikian hasil sementara ini dibuat," kata hakim membacakan hasil autopsi sementara itu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini