Share

Arif Rachman Mengaku Sempat Diancam Ferdy Sambo Usai Tonton Rekaman CCTV Brigadir J Masih Hidup

Rizky Syahrial, MNC Media · Senin 28 November 2022 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 337 2716370 arif-rachman-mengaku-sempat-diancam-ferdy-sambo-usai-tonton-rekaman-cctv-brigadir-j-masih-hidup-4MfGW3zqNe.jpg Ferdy Sambo saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J/Foto: Antara

JAKARTA - Terdakwa sekaligus eks Anak Buah Ferdy Sambo, Arif Rachman menjelaskan, ia pernah dimarahi saat menghadap Sambo, soal hasil rekaman CCTV di rumah dinasnya di Rumah Dinas Kompleks Perumahan Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Hal tersebut disampaikan Arif saat menjadi saksi dalam kasus Brigadir Yosua atau Brigadir J dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer, Kuat Maruf, dan Bripka Ricky Rizal.

 BACA JUGA:Kasus Korupsi Nurhadi, KPK Ultimatum 2 Saksi Kooperatif

Kejadian tersebut diawali dengan Arif yang bersama Hendra Kurniawan menemuni Ferdy Sambo di ruangannya di Div Propam Mabes Polri.

Hal ini ia lakukan usai Arif menonton rekaman CCTV yang menunjukan jika Brigadir Yosua saat itu masih hidup saat Sambo datang ke rumah dinas.

"Sempat terdiam lalu ngomong sedikit agak marah 'nggak bener itu (rekaman CCTV), udah kamu percaya saya aja'," ucap Arif di PN Jakarta Selatan, Senin (28/11/2022).

 BACA JUGA:Saat Baju Dinas Brigadir J Diambil, Arif Rachman Baru Tahu Yosua Meninggal

Ia menambahkan, Ferdy Sambo menanyakan siapa saja yang sudah menonton rekaman tersebut. Arief pun menjawab video rekaman CCTV sudah ditonton oleh Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, dan Ridwan Soplanit.

"'Kamu simpan di mana itu?' Saya laporkan saya simpan di laptop Baiquni dengan hardisk, eh flashdisk yang menempel di Laptop," lanjutnya.

Arif menuturkan, saat mengetahui hal tersebut, Sambo langsung mengancamnya dengan nada keras, jika kasus ini bocor ia bersama tiga orang tersebut yang telah membocorkan.

"Pak Ferdy Sambo bilang 'Berarti kalau sampai bocor kalian berempat lah yang bocorin'. Saya diam saja karena beliau mukanya seperti sudah merah marah gitu," tutur Arif.

Follow Berita Okezone di Google News

"Kalau ini tersebar maka kalian berempat bertanggung jawab?" tanya Hakim.

"Iya begitu," jawabnya.

Menurutnya, Sambo langsung memerintahkan agar barang bukti rekaman CCTV dalam laptop Baiquni agar dimusnahkan.

"Setelah itu beliau memerintahkan untuk dimusnahkan semuanya," kata dia.

"Bagaimana perintahnya?" tanya hakim.

"Kamu musnahkan itu," ujar Arif saat tirukan ucapan Sambo.

Sebelumnya, saksi sekaligus terdakwa kasus Obstruction of Justice kematian Brigadir J, Arif Rachman Arifin mengaku diperintah Ferdy Sambo untuk memusnahkan barang bukti, khususnya menghapus rekaman CCTV di Pos Satpam Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Arif awalnya bercerita kala menghadap Ferdy Sambo bersama Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, Ridwan Soplanit, dan Hendra Kurniawan membahas soal rekaman CCTV yang menampilkan Brigadir J masih hidup, yang mana itu bertentangan dengan keterangan Ferdy Sambo soal kematian Brigadir J. Kala itu, Ferdy Sambo pun meminta mereka untuk percaya saja dengan kronologis yang disampaikannya tentang kematian Brigadir J.

"Sempat terdiam lalu (Ferdy Sambo) ngomong sedikit agak marah, nggak bener itu, udah kamu percaya saya aja," ujar Arif menirukan perkataan Ferdy Sambo di persidangan, Senin (28/11/2022).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini