Share

Ferdy Sambo Nangis Usai Lihat Rekaman Brigadir J Masih Hidup, Arif Rachman Bingung

Achmad Al Fiqri, MNC Portal · Senin 28 November 2022 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 337 2716279 ferdy-sambo-nangis-usai-lihat-rekaman-brigadir-j-masih-hidup-arif-rachman-bingung-qymE6UxGOW.jpg Mantan Wakaden Biro Paminal Propam Polri AKBP Arif Rachman bersaksi saat sidang Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal, dan Bharada E di PN Jaksel, Senin (28/11/2022). (MNC Portal/Achmad Al Fiqri)

JAKARTA - Mantan Wakaden Biro Paminal Propam Polri, AKBP Arif Rahman Arifin mengaku campur aduk melihat Ferdy Sambo menangis usai menyaksikan rekaman CCTV yang menggambarkan Brigadir J masih hidup, setelah ditembak pada 8 Juli 2022.

Hal itu terungkap kala Arif bersaksi dalam persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J untuk terdakwa Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/11/2022).

Awalnya, ia mengaku diminta menghadap ke Ferdy Sambo untuk melaporkan rekaman CCTV yang menerangkan Brigadir J masih hidup. Ia menghadap ke rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri itu.

"Pak Ferdy Sambo bilang 'berarti kalau sampai bocor kalian berempatlah yang bocorin'. Saya diam saja karena beliau mukanya seperti sudah merah marah gitu," ucap Arif.

Sambo pun mengungkapkan perasaan sedih lantaran tak bisa menjaga istrinya sebagai jenderal dua. Saat menjelaskan itu, Sambo menangis. Saat itulah perasaan Arif campur aduk melihat mantan atasannya.

"Ya sedih, ya bingung, ya takut yang mulia. Enggak tahu ini cerita bagaimana, perintahnya bagaimana ini," tutur Arif.

Follow Berita Okezone di Google News

Saat itu, Arif keluar dari ruangan Sambo serta menemui Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo. Saat itu, Arif mengaku mendapat perintah dari Ferdy Sambo untuk menghancurkan file rekaman CCTV yang memperlihatkan Brigadir J masih hidup.

"Saudara Chuck dan Baiquni sempat tanyakan, 'yakin bang?' Ya bagaimana sudah perintahnya Pak Kadiv," tutur Arif.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini