Share

Jenderal Andika Segera Pensiun, Begini Mekanisme Pergantian Panglima TNI

Tim Okezone, Okezone · Senin 28 November 2022 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 337 2716161 jenderal-andika-segera-pensiun-begini-mekanisme-pergantian-panglima-tni-Nniy22i3xz.jpg Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Foto: Okezone)

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan memasuki masa pensiun pada 21 Desember 2022. Nama-nama yang bakal menggantikannya sudah mulai berseliweran, namun semua keputusan ada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Andika pensiun karena berdasarkan Pasal 53 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2004 tentang TNI menyebutkan, bahwa Prajurit melaksanakan dinas keprajuritan sampai usia paling tinggi 58 tahun bagi perwira dan 53 tahun bagi bintara dan tamtama.

Adapun mekanisme pergantian Panglima TNI tertuang dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Dalam Pasal 13 undang-undang tersebut

Ayat (1): TNI dipimpin oleh seorang Panglima.

Ayat (2): Panglima TNI diangkat dan diberhentikan oleh Presiden setelah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Ayat (3): Pengangkatan dan pemberhentian Panglima dilakukan berdasarkan kepentingan organisasi TNI.

Ayat (4): jabatan Panglima sebagaimana dimaksud pada Ayat (3) dapat dijabat bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

Ayat (5): Untuk mengangkat Panglima sebagaimana dimaksud Ayat (3), Presiden mengusulkan satu orang calon Panglima untuk mendapatkan persetujuan DPR.

Follow Berita Okezone di Google News

Ayat (6): Bahwa persetujuan DPR terhadap calon Panglima yang dipilih oleh Presiden, disampaikan paling lambat 20 hari tidak termasuk masa reses, terhitung sejak permohonan persetujuan calon Panglima diterima oleh DPR.

Ayat (7): Bahwa dalam hal DPR tidak menyetujui calon Panglima yang diusulkan oleh Presiden sebagaimana dimaksud pada Ayat (5) dan Ayat (6), Presiden mengusulkan satu orang calon lain sebagai pengganti.

Ayat (8): Apabila DPR tidak menyetujui calon Panglima yang diusulkan oleh Presiden, DPR memberikan alasan tertulis yang menjelaskan ketidaksetujuannya.

Ayat (9): Bahwa dalam hal DPR tidak memberikan jawaban sebagaimana dimaksud pada Ayat (7), dianggap telah menyetujui, selanjutnya Presiden berwenang mengangkat Panglima baru dan memberhentikan Panglima lama.

Ayat (10): Bahwa tata cara pengangkatan dan pemberhentian Panglima sebagaimana dimaksud pada Ayat (2), Ayat (3), Ayat (4), Ayat (5), Ayat (6), Ayat (7), Ayat (8), dan Ayat (9), diatur lebih lanjut dengan keputusan Presiden.

Adapun bursa calon Panglima TNI pengganti Andika yang mencuat yakni, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini