Share

Tim SAR Berhasil Evakuasi Satu Jenazah Korban Gempa Cianjur

Awaludin, Okezone · Minggu 27 November 2022 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 27 337 2715673 tim-sar-berhasil-evakuasi-satu-jenazah-korban-gempa-cianjur-J52ng0LS7l.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

CIANJUR - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu jenazah korban gempa di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Minggu sekitar pukul 09.50 WIB.

Petugas menemukan jenazah seorang pria dewasa dengan tanda lahir berupa titik hitam pada lengan kanan atas dalam operasi pencarian korban gempa di Cijedil. Pria tersebut mengenakan baju abu-abu bermotif garis dan celana kain hitam.

Petugas membawa jenazah korban gempa yang ditemukan di Desa Cijedil ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang agar bisa diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

 BACA JUGA:Gempa Cianjur, Tim Gabungan Kembali Pasok Logistik ke Dua Kecamatan Terdampak

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu (26/11) gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 telah menyebabkan 318 orang meninggal dunia.

Selain itu, gempa bumi menyebabkan 7.729 orang terluka dan 108 orang di antaranya dirawat di rumah sakit karena terluka berat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Jumaril mengatakan, bahwa petugas SAR fokus melakukan pencarian korban gempa di area Warung Sate Shinta, Cijedil, dan Cicadas karena masih ada warga yang dilaporkan hilang di ketiga area tersebut.

 BACA JUGA: Dunia Pendidikan Jabar Berduka, 56 Guru Meninggal Akibat Gempa Cianjur

Follow Berita Okezone di Google News

Di samping mengoperasikan alat berat, dia mengatakan, tim SAR mengerahkan anjing pelacak untuk mendukung upaya pencarian korban gempa.

Kendala yang dihadapi petugas selama enam hari upaya pencarian, menurut Jumaril, antara lain kondisi cuaca yang kadang tidak mendukung serta gempa susulan yang masih terjadi.

"Basarnas sudah menempatkan safety officer (petugas keamanan) di setiap area untuk memantau pergerakan yang sekiranya bisa membahayakan tim SAR gabungan," kata Jumaril seperti dilansir dari Antara.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini