Share

Johny Lieke Dikukuhkan Sebagai Ketua PSMTI Sulawesi Utara

Tim Okezone, Okezone · Minggu 27 November 2022 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 27 337 2715671 johny-lieke-dikukuhkan-sebagai-ketua-psmti-sulawesi-utara-tM5m74tzz3.jpg Pelantikan Ketua PSMTI Sulut Johny Lieke (Foto: Dok PSMTI)

JAKARTA - Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Thionghoa Indonesia (PSMTI) Wilianto Tanta resmi melantik Johny Lieke sebagai Ketua PSMTI Sulawesi Utara (Sulut) periode 2022 2026 di Swiss Bell Hotel, Kota Manado, Sabtu 26 November 2022.

Johny Lieke mengatakan, PSMTI bersifat sosial, bermasyarakat dan tidak mencampuri politik. Visi dari PSMTI, yaitu suku Tionghoa warga Negara Kesatuan Republik Indonesia bersama komponen bangsa Indonesia, seluruhnya mempunyai hak dan kewajiban membangun NKRI menuju masyarakat adil dan makmur.

BACA JUGA:Dilantik Jadi Ketua PSMTI Gorontalo, Eddy Santoso Ajak Warga Tionghoa Jalin Persaudaraan 

Misinya adalah meningkatkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Serta masuk dalam arus bangsa Indonesia, aktif dalam pembangunan NKRI di dalam segala aspek kehidupan.

"Memantapkan jati diri sebagai suku dalam keluarga besar bangsa Indonesia serta memberikan manfaat kepada bangsa dan negara, terutama dalam bidang sosial, budaya dan kemasyarakatan," kata Johny dalam sambutannya.

BACA JUGA:PSMTI dan Lemhannas Kerja Sama Pelatihan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan 

Dipercaya menjadi pemimpin PSMTI Provinsi Sulut, Johny memiliki harapan kepada semua pengurus, untuk tetap bersatu dan jika yang belum bergabung dalam PSMTI diminta untuk segera terlibat di dalamnya.

"Kita dari muda sudah mencari uang, seperti saya cari terus cari. Jadi sebenarnya orang yang sudah mampu kalau bisa, sumbanglah kembali kepada masyarakat untuk meringankan beban mereka," katanya.

Follow Berita Okezone di Google News

Johny menambahkan, tentang upaya PSMTI meringankan beban korban gempa bumi di Cianjur, tercatat sumbangan yang diberikan hampir mencapai Rp1 miliar. "Sumbangan mereka dari PSMTI di daerah lain sudah mencapai hampir Rp1 miliar, hal ini yang sangat hebat dan ini juga fungsi PSMTI," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketum PSMTI Wilianto Tanta mengaku tidak rugi menunjuk Johnny Lieke sebagai Ketua PSMTI Sulut.

"Jujur saya katakan, Pak Johnny ini ada 6 orang yang menghubungi saya dan merekomendasikan untuk beliau jadi Ketum di Sulut," kata Wilianto Tanta.

Wilianto mengaku sudah sempat menunjuk orang lain untuk memimpin PSMTI Sulut. Namun, hal tersebut langsung dibatalkan, karena banyaknya rekomendasi dari para tokoh di Sulut untuk menunjuk Johnny Lieke menjadi Ketua.

Dalam sambutannya, Wilianto bercerita peristiwa masa lalu saat bagaimana perjuangan para pendahulu hingga mendirikan organisasi ini.

Pada kerusuhan 5 Mei di Jakarta, orangtua pendiri PSMTI mengambil inisiatif untuk ikut membaur dan bersama masyarakat setempat, karena di kala itu banyak yang sangat membutuhkan uluran tangan bantuan.

"Orangtua kami menyebut, jika kala itu ada sesuatu yang masih kurang dari kita, maka seluruh masyarakat Thionghoa diajak untuk membaur, dan perlu bersama dengan masyarakat setempat di sekeliling kita," ujarnya.

Ketum PSMTI yang juga pengusaha asal Makassar ini meyakini kemampuan dari seluruh pengurus PSMTI Sulut untuk membantu bidang sosial dan budaya yang ada di Sulut.

"Kita PSMTI tidak punya dana APBN, tapi ini kerelaan dari pengusaha-pengusaha kita atau yang mampu memberikan kelebihan dari yang ada. Kalau itu bisa terwujud, maka 3 poin aman, tentram dan sejahtera tercapai," ujarnya.

Ketum PSMTI Wilianto Tanta juga melantik pengurus Perwanti PSMTI Sulut dengan terpilihnya Ilawati Widjaya, MM sebagai Ketua Perwanti PSMTI Sulut masa bakti 2022 2026. Pelantikan turut dihadiri Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budianto, Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Theodorus Kawatu, Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Sulut Brigjen TNI Raymond Marojahan, serta dari pihak Lantamal VIII Kolonel Dwi Yoga Pariadi.

PSMTI merupakan organisasi kemasyarakatan suku Tionghoa Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia tingkat nasional yang berdiri sejak 28 September 1998 yang telah tersebar di 32 Provinsi serta 300 kota/kabupaten se-Indonesia. PSMTI bersifat sosial, budaya dan kemasyarakatan sebagai wadah komunikasi, interaksi, penyerap dan penyalur aspirasi suku Tionghoa di Indonesia dengan lembaga negara, instansi pemerintah, organisasi dan komponen masyarakat lain.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini