Share

Kapolri Listyo Sigit Tegaskan Polri Cari Ismail Bolong: Tunggu Saja!

Riana Rizkia, MNC Portal · Sabtu 26 November 2022 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 26 337 2715264 kapolri-listyo-sigit-tegaskan-polri-cari-ismail-bolong-tunggu-saja-qpwRFbSWrX.jpg Kapolri Listyo Sigit Prabowo di GBK (Foto : MPI)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya terus mencari mantan anggota Polres Samarinda Ismail Bolong, terkait adanya dugaan kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur.

Kapolri Sigit mengatakan, sejauh ini tim dari kepolisian masih melakukan pencarian terhadap sosok Ismail Bolong yang menyebut adanya dugaan aliran dana tambang ilegal ke Kabareskrim Polri Komjen pol Agus Andrianto, dan mantan Kapolda Kalimantan Timur Irjen pol Rudolf Nahak.

"Ismail bolong sekarang tentunya tim yang mencari baik dari Kaltim ataupun dari Mabes, ditunggu saja," kata Sigit kepada wartawan saat ditemui di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11/2022).

Sigit mengatakan, kepolisian memiliki strategi dalam mencari Ismail Bolong. Kendati tidak memerinci soal strategi pencarian, namun untuk saat ini, Sigit menyebut pihaknya akan melakukan pemanggilan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.

Pemanggilan ini dilakukan untuk meminta klarifikasi kepada Ismail Bolong sebagai orang yang pertama kali membuat video pernyataan soal adanya aktivitas tambang ilegal di Kalimantan Timur.

"Tentunya proses pencarian kan itu strategi dari kepolisian, panggilan ada juga," ucapnya.

Untuk diketahui, video Ismail Bolong sempat beredar di media sosial, dan mengaku melakukan pengepulan serta penjualan batu bara ilegal tanpa izin usaha penambangan (IUP) di wilayah hukum Kalimantan Timur, dengan keuntungan sekitar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar tiap bulan.

Kegiatan ilegal tersebut, menyeret nama Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto karena diduga menerima suap dari bisnis itu.

Follow Berita Okezone di Google News

Agus pun membantah tudingan yang dilayangkan kepadanya. Menurutnya, penyelidikan terkait keterlibatannya dalam kasus itu lemah.

Isu suap ini muncul berkaitan dengan beredarnya laporan hasil penyelidikan (LHP) kasus tambang ilegal dengan nomor R/ND-137/III/WAS.2.4./2022/Ropaminal tertanggal 18 Maret 2022. Dokumen itu ditandatangani oleh Hendra Kurniawan selaku eks Karo Paminal Propam Polri dan ditujukan kepada mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Ismail Bolong, seorang mantan anggota Polres Samarinda, Kalimantan Timur mengaku memberikan uang senilai Rp6 miliar kepada Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto. Namun, Komjen Agus membantah menerima uang tersebut.

"Keterangan saja tidak cukup," kata Agus kepada awak media.

Belakangan Ismail Bolong menarik ucapannya itu dan meminta maaf kepada Komjen Agus atas berita yang beredar. Dia juga mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah berkomunikasi dan tidak pernah memberikan uang kepada Agus.

Sementara itu, Agus menduga isu ini adalah ulah dari pihak Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan yang dipecat Polri karena terlibat pembunuhan Brigadir J. Menurut Agus isu ini bisa saja menjadi cara Ferdy Sambo Cs untuk mengalihkan isu dari kasus pembunuhan itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini