Share

BIN Bantu Mitigasi Gempa Cianjur Pakai Aplikasi Canggih Ini

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 25 November 2022 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 337 2714948 bin-bantu-mitigasi-gempa-cianjur-pakai-aplikasi-canggih-ini-KWMz3nBvun.jpg BIN bantu mitigasi gempa Cianjur dengan aplikasi SIBe (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) mengaplikasikan Sistem Intelijen Bencana (SIBe) di lokasi bencana gempa bumi Cianjur sebagai langkah taktis dan strategis dalam memitigasi dampak bencana.

Sistem hasil pengembangan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Pusllitbang) BIN ini mampu memonitor, mengumpulkan data, serta menyajikan informasi penting penanggulangan bencana untuk menjadi bahan bagi para pengambil keputusan dan relawan di lapangan.

Menurut Kapuslitbang BIN, Armi Susandi, mengungkapkan ini kali pertama aplikasi seperti ini dioperasikan di Tanah Air. Pasalnya, aplikasi seperti ini masih jarang dikembangkan oleh pakar di dunia.

“SIBe yang dikembangkan BIN ini akan menjadi aplikasi yang sangat berguna bagi kita dalam menjalankan misi kemanusiaan membantu penanganan bencana di mana pun pada masa mendatang,” kata Armi di Posko Bantuan Kemanusiaan BIN, Jalan Lintas Labuan-Cianjur, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jumat (25/11/2022).

Sejumlah fitur menarik dari SIBe, dikatakan Armi, antara lain, dilengkapi pemetaan Zona Bahaya, Kerawanan, Kapasitas Respon, dan Risiko Gempa Bumi yang dapat dengan detail menggambarkan situasi kebencanaan.

"Dan juga yang pasti di dalam SIBe sudah ada layer dari populasi, infrastruktur termasuk sekolah, fasilitas desa, dan sebagainya. Sistem SIBe ini dirancang untuk bisa dibikin dedicated per lokasi," ujar Armi.

Selain itu, Ami menyebut, Puslitbang BIN juga memasang Automatic Weather Station (AWS) pada SIBe sehingga langsung terhubung ke sistem server utama SIBe di Mabes BIN. Hal ini untuk memastikan ketepatan informasi prediksi cuaca dalam mendukung keberhasilan operasional pertolongan di wilayah terdampak bencana.

"Dari receiver mabes BIN kita olah datanya dan kita ambil dalam bentuk website. Website ini juga interaktif, kita bisa klik saja dan kita bisa tahu apa yang kita inginkan. Baik pada saat monitoring, ataupun pada saat nanti penanganan bencana," ucap Armi.

"Penanganan bencana tentunya kita inginkan lokasinya itu aman dari cuaca ekstrem khususnya hujan lebat atau banjir," tambah Armi.

SIBe juga mampu menganalisa informasi hoax yang berkembang di tengah pengungsi dan masyarakat lokasi kejadian melalui survei. Survei ini dilakukan secara rutin dengan jaringan BIN di daerah, dalam hal ini BINDA Jabar untuk gempa yang terjadi di Cianjur saat ini.

"Ini juga untuk memastikan informasi sekecil apapun dapat terekam dalam sistem canggih milik BIN ini," tutur Armi.

Sementara itu, Kepala BIN Jenderal Purn (Pol) Budi Gunawan mengharapkan aplikasi digital pertama di daerah bencana ini dapat membantu operasional penanganan bencana di mana pun.

"Melalui aplikasi ini, diharapkan proses penangan bencana pasca kejadian dapat berlangsung dengan tepat dan efektif, serta berbagai dampak yang ditimbulkannya dapat diminimalkan, baik bagi para pengungsi maupun para relawan," ujar Budi Gunawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini