Share

Wapres: Sesama KAHMI Boleh Beda Partai dan Capres

Binti Mufarida, MNC Portal · Jum'at 25 November 2022 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 337 2714918 wapres-sesama-kahmi-boleh-beda-partai-dan-capres-o13xRwWifA.jpg Wapres Maruf Amin (Foto : YouTube)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan saat kontestasi pemilihan umum (Pemilu) 2024, berbeda pilihan partai politik (Parpol) atau calon Presiden (Capres) sah-sah saja. Bahkan, jika itu terjadi di dalam tubuh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

“Kalau berbeda partai? Lakum partaiyukum walana partaiyuna lah ya, sama-sama KAHMI boleh saja berbeda partai. Kalau berbeda capres? Lakum capresyukum walana capresyuna, jadi kita tetap utuh,” kata Wapres disambut riuh tepuk tangan peserta saat menghadiri Musyawarah Nasional XI KAHMI, di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (25/11/2022).

Apalagi, Wapres mengatakan di dalam Alquran saja sudah dijelaskan pedoman untuk menghargai perbedaan. “Saya dimana mana kalau kita ada perbedaan ya kita sikapi. Kita ini dalam agama sudah punya pedoman lakum dinukum waliyadin bagimu agamamu, bagiku agamaku.”

Wapres meminta agar mengedepankan toleransi di dalam menghadapi perbedaan baik itu pilihan jelang Pemilu mendatang maupun sesama umat beragama.

“Tadi saya senang sekali ada rombongan dari GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia) ikut dalam acaranya KAHMI. Jadi ini saya kira wujud toleransi, jadi kalau berbeda agama ya sudah kita tetap bersaudara, lakum dinukum waliyadin,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Wapres meminta agar anggota KAHMI seyogianya menjadi role model dalam penyebaran informasi yang menyejukkan, yang akan memperkuat nilai-nilai keindonesiaan dan keislaman yang moderat, Islam yang wasathiyah.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Saya kira KAHMI harus menjadi pelopor dalam kerukunan ya dan memperkuat nilai-nilai keindonesiaan dan juga keislaman.”

Apalagi, kata Wapres, sejak dulu bangsa Indonesia memegang teguh nilai-nilai kebangsaan yang telah diwujudkan dalam berbagai sikap dan kebijakan. “Nilai-nilai keindonesiaan telah memandu bangsa Indonesia hingga kita dapat menjadi bangsa yang penting bagi dunia.”

“Kini, penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan kian dibutuhkan sebagai pijakan bagi pencapaian visi Indonesia Emas 2045, yaitu bangsa yang termasuk ke dalam lima kekuatan ekonomi dunia yang memiliki peradaban yang maju dan sejahtera,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini