Share

Diperiksa KPK, Politikus Golkar Dicecar soal Usulan Pembelian Pesawat Garuda

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 25 November 2022 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 337 2714745 diperiksa-kpk-politikus-golkar-dicecar-soal-usulan-pembelian-pesawat-garuda-lmBYwGWFwt.jpg Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Golkar, Gde Sumarjaya Linggih. Dia diperiksa terkait kasus suap pengadaan armada pesawat Airbus pada PT Garuda Indonesia.

Politikus Golkar itu dicecar penyidik soal rapat yang membahas usulan pembelian pesawat Airbus. Usulan pembelian pesawat Airbus pada PT Garuda Indonesia tersebut juga dikonfirmasi penyidik lembaga antirasuah ke Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Tahun 2009-2014 dan 2014-2019, Azam Azman.

BACA JUGA:Suap Pengadaan Pesawat Garuda, Dua Politikus Demokrat Mangkir Dipanggil KPK 

KPK menduga pembelian pesawat Airbus pada PT Garuda Indonesia menjadi bancakan sejumlah pihak.

"Kedua saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan adanya rapat pembahasan yang dilaksanakan di Komisi VI DPR RI untuk membahas usulan pembelian pesawat airbus," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (25/11/2022).

Gde Sumarjaya Linggih dan Azam Azman diduga mengetahui soal rapat di Komisi VI DPR RI yang membahas usulan pembelian pesawat Airbus. Oleh karenanya, KPK mengonfirmasi keduanya soal rapat tersebut. Namun, keduanya diperiksa tidak dalam waktu yang bersamaan.

Berdasarkan informasi dari KPK, Gde Sumarjaya Linggih diperiksa soal rapat pembahasan usulan pembelian pesawat Airbus tersebut pada Rabu, 23 Agustus 2022. Sedangkan Azam Azman, diperiksa pada Kamis, 24 Agustus 2022. Keduanya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

BACA JUGA:Fakta-Fakta Emirsyah Satar Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi Garuda 

Sekadar informasi, KPK kembali mengusut kasus dugaan suap terkait pengadaan armada pesawat Airbus pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk 2010-2015 dan telah menetapkan tersangka baru dalam proses penyidikan tersebut. Tersangka baru tersebut merupakan mantan anggota DPR.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mantan Anggota DPR RI tersebut yakni, Chandra Tirta Wijaya (CTW). Chandra bersama pihak lainnya termasuk korporasi diduga menerima suap Rp100 miliar terkait pengadaan pesawat Garuda Indonesia.

"Saat ini, KPK kembali membuka penyidikan baru sebagai pengembangan perkara terkait dugaan suap pengadaan armada pesawat Airbus pada PT GI (Garuda Indonesia) Tbk 2010-2015," ujar Ali.

"Dugaan suap tersebut senilai sekitar Rp100 miliar yang diduga diterima anggota DPR RI 2009-2014 dan pihak lainnya termasuk pihak korporasi," imbuhnya.

Sayangnya, KPK belum dapat menjelaskan secara terang benderang terkait konstruksi kasus ini. KPK akan mengumumkan rangkaian dugaan perbuatan pidana, pihak-pihak yang berstatus tersangka, dan pasal yang disangkakan setelah adanya proses penangkapan dan penahanan.

Penetapan tersangka baru ini merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya. KPK sebelumnya telah lebih dulu menjerat mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar sebagai tersangka. Emirsyah telah divonis bersalah atas kasus suap pengadaan pesawat Garuda Indonesia.

Emirsyah dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Dalam putusan di tingkat kasasi, ia juga dihukum membayar denda Rp1 miliar subsider tiga bulan kurungan. Selain itu, Emirsyah dibebankan membayar uang pengganti sejumlah 2.117.315 dolar Singapura subsider dua tahun penjara.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini