Share

KPK Selidiki Aset Dugaan Hasil Korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 25 November 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 337 2714466 kpk-selidiki-aset-dugaan-hasil-korupsi-gubernur-papua-lukas-enembe-suJMpP6NMz.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menelusuri aset-aset milik Gubernur Papua, Lukas Enembe (LE). Utamanya, aset yang dibeli Lukas Enembe dari hasil dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di Papua.

Aset Lukas Enembe tersebut saat ini sedang ditelusuri penyidik KPK lewat sejumlah saksi. Salah satunya, lewat pihak swasta bernama Mustakim. Mustakim diduga mengetahui berbagai aset yang dibeli Lukas Enembe.

"Mustakim (Swasta), saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan pembelian berbagai aset oleh tersangka LE," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (25/11/2022).

Selain soal aset Lukas Enembe, penyidik saat ini juga sedang mendalami berbagai pengerjaan proyek di lingkungan Pemprov Papua. Diduga, tak sedikit proyek Pemprov Papua yang menjadi bancakan sejumlah pihak.

Baca juga: Sempat Mangkir, KPK Jadwalkan Pemeriksaan Dua Pengacara Lukas Enembe Hari Ini

Berbagai pengerjaan proyek Pemprov Papua tersebut didalami penyidik lewat Pemilik PT Tabi Bangun Papua, Bonny Pirono; Bendahara PT Tabi, Meike; Karyawan PT Tabi, Willicius; Kadis PU, Girius One Yoman.

Baca juga: KPK Duga Pengacara Lukas Enembe Tahu Banyak soal Kasus Korupsi Proyek di Papua

Kemudian para anggota Pokja Proyek Entrop Hamadi, Okto Prasetyo, Gangsar Cahyono, Arni Paririe, Paskalina, Yennie Pigome; serta Direktur PT Papua Sinar Anugerah, Sumantri. Para saksi diduga mengetahui berbagai pengerjaan proyek Pemprov Papua.

"Para saksi dan di dalami pengetahuannya antara lain terkait dengan pelaksanaan proyek pekerjaan di Pemprov Papua," ungkap Ali.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lukas diduga terjerat sejumlah dugaan kasus korupsi.

Di antaranya, terkait penerimaan suap dan gratifikasi proyek di daerah Papua. Lukas ditetapkan sebagai tersangka bersama sejumlah pihak lainnya. Sayangnya, KPK belum membeberkan secara detail siapa saja yang jadi tersangka serta konstruksi perkara yang menjerat Lukas Enembe.

Lukas telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atas permintaan KPK. Ia dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung mulai 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023.

Tak hanya itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga sudah memblokir rekening milik Lukas Enembe dan pihak-pihak yang terkait. Pemblokiran dilakukan karena PPATK menemukan ada transaksi keuangan yang janggal atau mencurigakan.

Informasi terbaru, ada temuan PPATK terkait transaksi keuangan Lukas yang mengalir ke rumah judi alias kasino di luar negeri. PPATK menyebut jumlahnya hampir setengah triliun. KPK sedang mendalami temuan PPATK tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini