Share

Pascagempa Cianjur, Tawaran Adopsi Anak Marak di Medsos

Bachtiar Rojab, MNC Media · Jum'at 25 November 2022 07:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 337 2714465 pascagempa-cianjur-tawaran-adopsi-anak-marak-di-medsos-jjmWpMazvB.jpg Tawaran adopsi anak korban gempa Cianjur berseliweran di sosmed/Foto: Istimewa

JAKARTA - Baru-baru ini, berseliweran di media sosial terkait informasi mengenai adopsi anak pascagempa Cianjur pada Senin (21/11/2022). Adopsi itu, menyasar anak-anak korban gempa yang telah kehilangan orangtuanya.

Unggahan itu tersebar di beberapa status whatsapp, di sana tercantum narahubung yang turut menjembatani anak-anak Cianjur yang butuh diadopsi. .

 BACA JUGA:Bertolak ke Sulteng, Wapres Akan Buka Munas ke-11 KAHMI

Lilis Karlina (20) menjadi salah satu warga yang berminat untuk mengadopsi anak korban gempa tersebut. Ia, juga turut menerima informasi dari media sosial.

"Memang banyak banget informasi soal adopsi dari status WhatsApp, status Facebook. Lalu, aku bilang ke grup WhatsApp, kalau ada anak bayi yang perlu diadopsi dan orang tuanya sudah meninggal, boleh hubungi aku. Insyaallah aku sama keluarga bakal ngerawat. Kasihan, mereka masih kecil-kecil," kata Lilis saat dikonfirmasi, Jumat (25/11/2022).

 BACA JUGA:Dalai Lama hingga Duta Besar Asing di Malaysia Beri Ucapan dan Doa ke PM Malaysia Anwar Ibrahim

Namun, Lilis yang berdomisili di Kecamatan Cikalongwetan, Cianjur ini masih ragu akan informasi tersebut. Sehingga Lilis ingin terjun langsung ke lapangan guna mencari anak sebatang kara korban gempa.

"Aku kan memang belum ke lokasi. Jadi, nanti aku mau turun langsung ke posko-posko pengungsian untuk ngasih bantuan, sekaligus mau lihat-lihat. Siapa tahu memang banyak anak yang butuh diadopsi," urainya.

Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 272 korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur , Jawa Barat per Kamis (24/11/2022). Data tersebut masih akan terus diperbarui.

"Jumlah korban hari ini sejumlah 272 jenazah, dari 272 korban ini, yang sudah teridentifikasi yakni 165 orang. Yang masih kita telusuri 107 orang," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers.

Adapun untuk korban hilang sebanyak 39 orang. Meski demikian, hingga kini pihak BNPB beserta sejumlah elemen terkait masih melakukan pencarian.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini