Share

Pemerintah Akan Dirikan Kampung Zakat di 514 Kabupaten dan Kota

Fatmawati, Okezone · Kamis 24 November 2022 22:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 337 2714365 pemerintah-akan-dirikan-kampung-zakat-di-514-kabupaten-dan-kota-dLkBGW81AG.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Pemerintah membuat program kampung zakat di 514 kabupaten kota se-Indonesia. Hal ini untuk menekan angka sekaligus mengentaskan kemiskinan yang masih terjadi di Tanah Air.

Program Kampung Zakat itu diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kementerian Agama yang di khususkan bagi masyarakat atau daerah yang tingkat ekonominya masih tertinggal jika dibandingkan daerah-daerah lainnya.

(Baca juga: Kemenag Ingin SAHI Kuatkan Ekosistem Ekonomi Haji Indonesia)

Direktur Jenderal Bimas Islam, Kamarudin Amin mengatakan pihaknya telah membangun 18 Kampung Zakat yang telah menghasilkan banyak hal baik khususnya dalam peningkatan ekonomi, sehingga dapat disebarkan keseluruh desa atau kota lainnya di Indonesia.

ist

“Alhamdulillah, taraf hidup serta ekonomi masyarakat dan daerah di 18 wilayah yang kita dirikan Kampung Zakat semakin meningkat, diamana program ini terbukti mampu memperbaiki, menumbuhkan serta memperkuat ekonomi umat,” kata Kamaruddin Amin, Kamis, (24/11/2022).

Pihaknya akan mempercepat pelaksanaan Program Kampung Zakat di 514 kabupaten kota, sebagai langkah yang tepat untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Di sisi lain, kondisi kemiskinan Ini menjadi tantangan negara yang salah satunya dapat diatasi dengan menyempurnakan tata kelola zakat yang bisa betul-betul mensejahteraan umat melalui program-program yang kreatif dan inovatif, salah satunya Program Kampung Zakat.

“Program Kampung Zakat sebenarnya telah dijalankan sejak tahun 2018-2022, melibatkan 27 Baznas & 25 LAZ, diterapkan pada 18 provinsi dengan sasaran 3.850 mustahik yang diberdayakan,” jelas Kamaruddin Amin.

“Sebagai negara penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia dengan muzaki dan mustahiknya harus sadar bahwa dimensi keadilan sosial dalam zakat bisa diwujudkan,” pungkas Kamruddin Amin.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam, Tarmizi Tohor memastikan masyarakat atau daerah yang menerima Program Kampung Zakat, tepat sasaran karena dikaji langsung oleh Kementerian Agama.

Direktorat Zakat dan Wakaf saat ini kata dia terus memperkuat sinergi dengan Baznas dan pemerintah daerah, agar program strategis pemerintah ini dapat segera cepat terlaksana.

“Target kita 514 kabupaten-kota ada kampung zakatnya. Tahun ini sudah 18 dan 2023 nanti, kita akan bangun 20 kampung zakat baru yang di daerah terpencil dengan tingkat ekonomi masyarakat dibawah rata-rata,” kata Tarmizi Tohor.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Awal Desember nanti, saya launcing kampung zakat di Kabupaten Kepulauan Meranti, tanah kelahiran saya,” ungkap Tarmizi Tohor.

Tarmizi menyebut daerah-daerah yang dijadikan kampung zakat akan diberi pendampingan selama 3 tahun, agar ekonomi masyarakat dan daerahnya pulih, tumbuh dan berdiri kuat, untuk membantu umat dan daerah-daerah lainnya.

“Perlu dicatat, manfaat kampung zakat ini dapat dirasakan oleh seluruh umat beragama, bukan hanya umat islam. Tidak sedikit umat beragama lainnya membuka usaha atau jasa bernilai ekonomis disekitar kampung zakat, dan sukses,” tandasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini