Share

3 Jenderal Ini Ternyata Pernah Tempeleng Soeharto, Nomor 2 Legenda Kopassus

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 25 November 2022 05:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 337 2714223 3-jenderal-ini-ternyata-pernah-tempeleng-soeharto-nomor-2-legenda-kopassus-RgSH7tvixN.jpg Soeharto/Tangkapan layar media sosial

SEBELUM menjadi Presiden Indonesia ke-2, Soeharto merupakan perwira militer berpangkat mayor jenderal. Ia pernah memimpin militer pada masa Hindia Belanda dan Kekaisaran Jepang. Sewaktu di kemiliteran, Soeharto sempat mengalami kejadian tidak mengenakkan.

Ia pernah ditempeleng oleh beberapa jenderal. Menurut beberapa sumber, hal tersebut diakibatkan kelakuan Soeharto sendiri. Berikut jenderal yang pernah tempeleng Soeharto dilansir beragam sumber.

 (Baca juga: Dito Mahendra Cucu Jenderal Tangan Kanan Soeharto, Ini Potret Lawasnya Bersama Trah Cendana)

1. Ahmad Yani

Ahmad Yani menjadi salah satu jenderal yang pernah menempeleng Soeharto. Penyebab Jenderal Ahmad Yani melakukan itu adalah ketika Soebandrio menuding Soeharto telah melakukan kudeta merangkak terhadap kekuasaan Soekarno. Seobandrio juga mengatakan jika Soeharto memiliki rekam jejak yang buruk jauh sebelum peristiwa G30S PKI.

Salah satu rekam jejak buruk Soeharto yakni ia menjalin relasi dengan pengusaha Tionghoa, Lie Sioe Liong, dan Bob Hasan semasa di Divisi Diponegoro. Mereka, menurut Soebandrio, memiliki bisnis penyelundupan barang. Hal tersebut membuat Jenderal Ahmad Yani marah.

Kemudian menurut Soebandrio, ada salah satu kejadian Ahmad Yani menempeleng Soeharto. Menurut keterangan Soebandrio, Soeharto dianggap telah mempermalukan koprs Angkatan Darat. Kesaksian Soebandrio sebagai Mantan Wakil Perdana Menteri Indonesia ditulis dalam memoar “Kesaksianku Tentang G30S”. Jenderal Ahmad Yani merupakan salah satu jenderal yang gugur dalam peristiwa G30S PKI pada tahun 1965.

2. Alex Kawilarang

Alex Kawilarang, salah satu pendiri satuan elite Kopassus, juga pernah menampar Soeharto. Pada 15 April 1950, Kaliwarang diangkat menjadi Panglima Operasi Pasukan Ekspedisi. Ia ditugaskan menumpas pemberontakan mantan pasukan KNIL, termasuk Andi Aziz di Ujungpandang (saat ini di Makassar) yang ingin mempertahankan negara Indonesia Timur.

Pada waktu yang sama, Kawilarang juga mengonsolidasikan kekuatan melawan pemberontakan Kahar Muzakar dan gerakan separatis. Meski berhasil menumpas, ia kehilangan salah satu komandan pasukannya. Ketika menjabat sebagai Panglima Komando Tentara dan Teritorium VII/Indonesia Timur, Kawilarang melapor pada Soekarno bahwa Makassar sudah aman.

Namun Soekarno menunjukan radiogram yang menyatakan pasukan KNIL Belanda sudah memasuki Belanda. Ketika tahu kabar itu, Kawilarang marah dan kembali ke Makassar kemudian ia memarahi sekaligus menampar Soeharto yang saat itu masih menjadi Komandan Brigadir Mataram.

3. AH Nasution

AH Nasution juga pernah menempeleng Soeharto ketika tahu Soeharto bekerja sama dengan pengusaha Tiongkok. Ketika itu Nasution yang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ingin memecat Soeharto secara tidak hormat. Soeharto kala itu adalah seorang Pangdam Diponegoro.

Nasution adalah tokoh yang selamat dalam peristiwa G30S PKI. Meski sempat jadi sasaran penculikan, ia berhasil melarikan diri. Sayangnya, anak Nasution, Ade Irma Suryani harus gugur pada peristiwa tersebut. Nasution wafat pada tahun 2000. Selama masa pemerintahan Orde Baru, ia tidak memiliki peran dalam mengurus negara. Bahkan ia mendapat pencekalan.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini