Share

Mangkir di Sidang Pembunuhan Brigadir J, Dua Anggota Propam Polri Bakal Dipanggil Paksa JPU

Achmad Al Fiqri, MNC Portal · Kamis 24 November 2022 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 337 2713852 mangkir-di-sidang-pembunuhan-brigadir-j-dua-anggota-propam-polri-bakal-dipanggil-paksa-jpu-tP6V8XrCpD.jpg Illustrasi (foto: dok MPI)

JAKARTA - Jaksa penuntut umun (JPU) bakal memanggil paksa dua anggota Propam Polri Radite Hernawa, dan Agus guna memberikan keterangan dalam persidangan kasus dugaan perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir J.

Langkah panggilan paksa dilakukan Radite dan Agus mangkir dari panggilan persidangan guna memberikan keterangan dalam perkara itu untuk terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria.

"Berikutnya saksi lain kami akan panggil secara paksa. Karena telah hubungi atasan langsung direktur penyidikan mabes siap seperti itu," ujar JPU dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/11/2022).

 BACA JUGA:Kasus Perintangan Penyidikan Pembunuhan Brigadir J, Hendra Kurniawan Cs Tiba di PN Jaksel

Menanggapi itu, kuasa hukum Agus dan Hendra, Henry Yosodiningrat memohon kepada majelis hakim untuk dapat memanggil paksa dua saksi tersebut. Baginya, keterangan dua saksi dari unsur anggota Propam Polri itu penting.

"Kami sudah baca BAPnya, saksi ini dikatakan saksi faktual, bukam dia tidak mengetahui apa-apa. Kemudian, keterangannya berdasarkan cerita dari penyidik ada 10 halaman, akhirnya yang bersangkutan seakan-akam sebagai ahli. Karena itu kami memandang sangat perlu untuk kami uji keterangannya," terang Henry.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menanggapi itu, ketua majelis hakim Ahmad Suhel mempersilahkan JPU untuk memanggil paksa dua saksi itu. Ia pun menunda sidang hingga satu pekan ke depan.

"Ya tadi sudah diusulkan, pemuntut umum akan menghadirkan kedua saksi dimaksud tadi, bahkan tadi disampaikan juga akan menghadirkan secara paksa. Itu lah sebabnya kita akan dengarkan keterangan mereka pada persidangan selanjutnya," tutur Suhel.

"Untuk itu sidang akan ditetapkan kembali pada hari Kamis, 1 Desember 2022," tandas Suhel.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini