Share

Ketua RT hingga Anggota Propam Bersaksi di Sidang Hendra Kurniawan Cs

Achmad Al Fiqri, MNC Portal · Kamis 24 November 2022 09:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 337 2713772 ketua-rt-hingga-anggota-propam-bersaksi-di-sidang-hendra-kurniawan-cs-JcGgd0qbPq.jpg Hendra Kurniawan/Foto: Antara

JAKARTA- Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kembali menggelar sidang kasus dugaan perintangan penyidikan pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, hari ini, Kamis (24/11/2022).

 (Baca juga: Kasus Perintangan Penyidikan Pembunuhan Brigadir J, Hendra Kurniawan Cs Tiba di PN Jaksel)

Sidang itu, beragendakan pembuktian JPU dengan memeriksa saksi. Dalam sidang itu, JPU dikabarkan akan menghadirkan tiga saksi dari unsur perangkat lingkungan Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Saksi HK dan AN adalah Seno Sukarto, Ketua RT 05 RW 01 di kompleks Polri Duren Tiga. Kedua, Radite Hernawa Anggota Divisi Propam Polri. Ketiga, Agus Anggota Divisi Propam Polri," kata penasihat hukum Hendra dan Agus, Ragahdo Yosodiningrat saat dihubungi.

Sebagai informasi, Hendra didakwa melanggar UU ITE dalam perintangan penyidikan (obstruction of justice) kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindak apapun yang berakibat terganggunya sistem elektronik dan atau mengakibatkan sistem elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya," kata JPU saat membacakan dakwaan di PN Jaksel, Rabu (19/10/2022).

Sementara Kombes Agus Nurpatria didakwa menghalangi penyidikan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J. Hal ini sebagaimana disampaikan JPU dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Ahmad Suhel di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Dengan sengaja menghancurkan, merusak, membikin tak dapat dipakai, menghilangkan barang-barang yang digunakan untuk meyakinkan atau membuktikan sesuatu di muka penguasa yang berwenang," kata JPU sambil membacakan dakwaan di PN Jakarta Selatan..

Atas perbuatannya, Hendra dan Agus didakwa melanggar Pasal 49 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini