Share

Pandemi Covid-19, Kemenag Bangun Kembali Kampung Zakat

Widya Michella, MNC Media · Kamis 24 November 2022 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 337 2713744 pandemi-covid-19-kemenag-bangun-kembali-kampung-zakat-TPKQD0WF7d.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA-  Kementerian Agama (Kemenag) beberapa waktu lalu mendeklarasikan dua pulau yakni Pulau Nunukan dan Sebatik di Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai Pulau Sadar Zakat beberapa waktu lalu.

Dua pulau yang terletak di perbatasan Indonesia-Malaysia diharapkan dapat menginspirasi masyarakat Indonesia hingga dapat menjadi Gerakan Sadar Zakat Nasional.

(Baca juga: Menag Minta Jajarannya Maksimalkan Pelayanan Publik dengan Tansformasi Digital)

“Pulau Sadar Zakat ini pantas menjadi model di Indonesia. Mari kita semua yang hadir menyebarluaskan inovasi ini sebagai gerakan revolusioner berzakat. Mari kita sebarluaskan, mari kita viralkan, agar Sebatik jadi contoh sadar zakat nasional,"kata Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, beberapa waktu lalu.

Dia menyampaikan bahwa Islam memiliki konsep yang sangat dahsyat dalam membangun peradaban misalnya pada sektor ekonomi, misalnya, terdapat zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari konsep ibadah sosial.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia hampir tiga tahun membuat berbagai sektor sangat merasakan dampaknya.

Atas dasar itulah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam, membuat Diseminasi Program Kampung Zakat untuk memperbaiki, menumbuhkan serta memperkuat ekonomi umat di tengah situasi dan kondisi dunia saat ini.

“Pertama, ini wujud nyata kepedulian pemerintah dalam me -recovery, menumbuhkan sekaligus menguatkan ekonomi umat paska dihantam dampak destruktif badai pandemi Covid-19,” kata Direktur Jenderal Bimas Islam, Kamaruddin Amin, Kamis (24/11/2022).

Dikatakan dia, jauh hari sebelum di launching langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, lanjut Kamaruddin, Direktorat Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam telah membangun 18 Kampung Zakat di berbagai wilayah.

“Perlu dicatat, manfaat kampung zakat ini dapat dirasakan oleh seluruh umat beragama, bukan hanya umat islam. Tidak sedikit umat beragama lainnya membuka usaha atau jasa bernilai ekonomis disekitar kampung zakat,” ungkapnya

“Yang pasti, program kampung zakat adalah wadah peningkatan ekonomi masyarakat, tempat interaksi sosial masyarakat untuk mengentalkan ruh moderasi beragama di tanah air,” tutup Kamaruddin.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, Direktur Zakat dan Wakaf Ditjen. Bimas Islam, Tarmizi Tohor menuturkan pihaknya menarget pembangunan kampung zakat di seluruh kabupaten dan kota se-Indonesia.

Tarmizi mengatakan Direktorat Zakat dan Wakaf saat terus memperkuat sinergi dengan Baznas dan pemerintah daerah, agar program strategis pemerintah ini dapat segera cepat terlaksana.

“Target kita 514 kabupaten-kota ada kampung zakatnya. Tahun ini sudah 18 dan 2023 nanti, kita akan bangun 20 kampung zakat baru yang di daerah terpencil dengan tingkat ekonomi masyarakat dibawah rata-rata,” kata Tarmizi Tohor.

“Awal Desember nanti, saya launching kampung zakat di Kabupaten Kepulauan Meranti, tanah kelahiran saya,” ungkap Tarmizi Tohor.

Tarmizi menyebut daerah-daerah yang dijadikan kampung zakat akan diberi pendampingan selama 3 tahun, agar ekonomi masyarakat dan daerahnya pulih, tumbuh dan berdiri kuat, untuk membantu umat dan daerah-daerah lainnya.

“Kepala daerah akan hadir dalam lauching sekaligus memperkenalkan hasil usaha masyrakat dan daerah dari manfaat program kampung zakat,” tandasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini