Share

Rantis Atav Sisir Perkampungan Korban Gempa Cianjur yang Tak Terjamah

Bachtiar Rojab, MNC Media · Kamis 24 November 2022 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 337 2713646 rantis-atav-sisir-perkampungan-korban-gempa-cianjur-yang-tak-terjamah-LnbWcTaReM.jpg Rantis Atav diterjunkan sisir daerah terisolir korban gempa Cianjur (Foto: Bachtiar Rojab)

JAKARTA - Penyisiran daerah pemukiman warga yang terdampak gempa Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terus dilakukan. Prajurit TNI AD yakni, Yonif R 300/Bjw mengerahkan mobil Rantis Atav guna bisa menembus daerah terisolir.

Para prajurit yang berjumlah 14 orang itu, mengunakan 4 unit Kendaraan Taktis (Rantis) P6 Atav dan 1 unit mobil ambulans menyisir lokasi lokasi pengungsian yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan.

BACA JUGA:Korban Gempa Cianjur Dirujuk ke RSUD Ciawi Bertambah Jadi 9 Orang 

Mereka berhasil menembus Kampung Pasir Sayang Desa Sikencana, Kecamatan Gebrong dan di Kampung Cibeleng Hilir, Desa Sikecana. Di mana, daerah tersebut belum mendapatkan bantuan karena terhalang akses jalan.

"Di mana kedua kampung tersebut belum mendapatkan bantuan kesehatan dan bantuan yang lain dikarenakan akses ke lokasi sangat sulit dan jauh," ujar Lettu Ckm dr. Bayu dalam keterangannya, Rabu (23/11/2022).

Mereka, kata Bayu, turut memberikan bantuan berupa penanganan kesehatan. Dari mulai luka ringan, hingga luka-luka luka dan lebam.

BACA JUGA:Soroti Ambulans Berbayar, Ridwan Kamil: Biaya Medis Korban Gempa Cianjur Ditanggung Pemerintah! 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 61.908 orang mengungsi akibat gempa Cianjur, Jawa Barat per Rabu 23 November 2022. Selain itu, dilaporkan juga korban luka-luka sebanyak 2.043 orang,

"Data tersebut masih akan terus diperbarui," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers, Rabu 23 November 2022.

Kemudian, kerugian materil rumah rusak dilaporkan sebanyak 56.320 unit rumah. Adapun rinciannya, rusak ringan sebanyak 22.090 unit, rusak sedang sejumlah 11.641 unit, rusak berat 22.241unit.

Sementara itu, sebanyak 271 korban meninggal dunia dan korban hilang sebanyak 40 orang. "Meski demikian, hingga kini pihak BNPB beserta sejumlah elemen terkait masih melakukan pencarian," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini