Share

5 Fakta AKBP Bambang Kayun, Tersangka Suap Miliaran Rupiah dan Mobil Mewah

Tim Okezone, Okezone · Kamis 24 November 2022 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 337 2713579 5-fakta-akbp-bambang-kayun-tersangka-suap-miliaran-rupiah-dan-mobil-mewah-xQc7sqiwtN.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka dugaan suap dan gratifikasi AKBP Bambang Kayun Bagus terkait perkara perebutan hak ahli waris PT Aria Citra Mulia (ACM).

Okezone pun mengulas 5 fakta tentang AKBP Bambang Kayun:

1. AKBP Bambang Kayun Terima Uang Miliaran dan Kendaraan Mewah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi AKBP Bambang Kayun Bagus menerima uang miliaran rupiah dan kendaraan mewah.

"Diduga tersangka terima uang miliaran rupiah dan juga barang berupa kendaraan mewah," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dilansir Antara, Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Baca juga: Polri Limpahkan Kasus Suap AKBP Bambang Kayun ke KPK

2. AKBP Bambang Kayun Bagus Terjerat Perkara Perebutan Hak Waris PT ACM

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bambang dan juga pihak swasta sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan surat dalam perkara perebutan hak ahli waris PT Aria Citra Mulia (ACM). Sebelumnya, KPK telah membenarkan sedang menyidik kasus dugaan suap dan gratifikasi tersebut.

Baca juga: Terjerat Kasus Suap, AKBP Bambang Kayun Sudah Disidang Etik

3. AKBP Bambang Kayun Pejabat Devisi Hukum Polri

"Adapun pihak yang menjadi tersangka salah satunya benar pejabat di Divisi Hukum Kepolisian RI saat itu dan juga dari pihak swasta," tambah Ali.

4. KPK Belum Merinci Kasus yang Libatkan AKBP Bambang Kayun

Ali mengatakan, KPK secara resmi akan menyampaikan identitas pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, kronologi dugaan perbuatan pidana, dan pasal yang disangkakan setelah proses penyidikan dinyatakan cukup.

5. KPK Yakin Didukung Polri Usut AKBP Bambang Kayun

Selain itu, KPK juga meyakini Polri akan mendukung upaya proses penyidikan yang sedang ditangani tersebut.

"Sebagai upaya menjaga muruah lembaga atas tindakan oknum anggotanya yang diduga melakukan korupsi tersebut," tutup Ali

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini