Share

5 Fakta Gempa Susulan Masih Guncang Cianjur, Begini Penjelasan BMKG

Tim Okezone, Okezone · Kamis 24 November 2022 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 337 2713570 5-fakta-gempa-susulan-masih-guncang-cianjur-begini-penjelasan-bmkg-ceIQJ07tRc.jpg Bangunan roboh akibat gempa Cianjur (Foto: BNPB)

JAKARTA - Gempa bumi susulan masih terus mengguncang Cianjur usai diguncang gempa bermagnitudo (M) 5,6 pada Senin 21 November 2022.

Okezone pun merangkum 5 fakta soal gempa susulan yang masih mengguncang Cianjur:

1. Intensitas Guncangan Gempa Semakin Melandai

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan intensitas gempa susulan di Kabupaten Cianjur akan semakin melandai dalam waktu empat hari kedepan sejak 22 November yang lalu.

Adapun jumlah gempa susulan yang tercatat BMKG ada sebanyak 162 gempa dengan magnitudo terbesar 4.2 dan terkecil pada magnitudo 1.2 pada Selasa 22 November 2022.

Baca juga: Besok, BMKG Ramalkan DKI Jakarta Akan Diguyur Hujan pada Siang hingga Malam Hari

2. Empat Hari ke Depan Cianjur Akan Stabil dari Guncangan Gempa

Seperti diketahui, gempa bermagnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Gempa itu dirasakan di sejumlah provinsi di Jawa Barat, Banten, juga DKI Jakarta.

Baca juga: Lagi, Gempa Susulan M3,5 Guncang Sukabumi Sore Ini

“Gempa-gempa susulan itu sebagian besar tidak dirasakan, dan yang bisa mencatat adalah alat, dan ada beberapa yang dapat dirasakan. Insya Allah, dalam kurun waktu empat hari kedepan, gempa-gempa susulan tersebut sudah reda dan stabil,” ungkap Dwikorita di Cianjur, Rabu (23/11/2022).

3. BMKG Ingatkan Warga Waspadai Bencana Alam Longsor hingga Banjir Bandang

Dwikorita mengatakan, memasuki puncak musim penghujan, BMKG mengimbau kepada pemerintah daerah setempat dan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam ikutan seperti longsor dan banjir bandang yang membawa material-material reruntuhan lereng akibat gempa M5.6.

“Saat ini curah hujan sedang meningkat menuju puncaknya di bulan Desember hingga Januari nanti, jadi harus diwaspadai kemungkinan terjadinya bencana ikutan usai gempa kemarin,”terangnya.

“Material lereng yang runtuh seperti tanah, batu, pohon, kerikil, dan lainnya harus dibersihkan agar tidak terbawa air dan menjadi banjir bandang. Hal ini pernah terjadi saat gempa Palu dan Pasaman Barat,”tambahnya.

4. BMKG Minta Warga Bangun Rumah Tahan Gempa

BMKG meminta warga untuk membangun rumah tahan gempa.

Dwi mengimbau saat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan semestinya menggunakan struktur bangunan tahan gempa. 

5. Penyabab Banyaknya Korban Gempa Cianjur

Menurutnya, banyaknya korban meninggal dan signifikannya kerusakan yang terjadi pada saat gempa tektonik bermagnitudo 5,6 selain akibat gempa dangkal juga akibat struktur bangunan di wilayah terdampak tidak memenuhi standar tahan gempa.

“Mayoritas bangunan yang terdampak karena dibangun tanpa mengindahkan struktur aman gempa yang menggunakan besi tulangan dengan semen standar. Akibatnya, bangunan tersebut tidak mampu menahan guncangan gempa,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini