Share

Maraton Periksa Saksi Kasus Korupsi BTS Kominfo, Kejagung Segera Gelar Perkara untuk Tetapkan Tersangka

Erfan Maaruf, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 337 2713493 maraton-periksa-saksi-kasus-korupsi-bts-kominfo-kejagung-segera-gelar-perkara-untuk-tetapkan-tersangka-8XtNQy4q33.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) masih terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tower Base Transceiver Station (BTS) 4G oleh Kementerian Komunitas dan Informasi (Kominfo).

Korps Adyaksa akan segera melakukan gelar pekerja untuk menetapkan tersangka jika alat bukti sudah dinyatakan lengkap.

"Kita tinggal menunggu penyidik menentukan. Kalau sudah selesai melakukan pemeriksaan nanti akan gelar perkara menentukan siapa yang bertanggung jawab dalam perkara itu," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana saat ditemui MNC Portal Indonesia, Rabu (23/11/2022).

Lebih lanjut, dia mengatakan saat ini penyidik masih terus secara maraton melakukan pemeriksaan saksi. Saksi yang diperiksa tidak hanya dari pihak Kominfo.

Baca juga: Fantastis! Kerugian Negara dari Korupsi BTS Rp1 Triliun Lebih, Kejagung Gandeng BPKP

Dia menyebut siapa pun pihak yang dapat memberikan alat bukti tambahan akan diperiksa. Hal itu merupakan kebutuhan penyidik untuk menetapkan siapa penanggung jawab kasus tersebut.

Baca juga: Kejagung Bicara Peluang Menkominfo Diperiksa Kasus Dugaan Korupsi BTS

Kejaksaan Agung hari ini Rabu 23 November 2022 memeriksa Direktur PT Nusantara Global Telematika berinisial FPS dalam kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020 - 2022

Menurut Ketut, FPS diperiksa di gedung Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi ini," jelasnya.

Ketut enggan berspekulasi mengenai nama Menkominfo Jhonny G Plate terseret dalam kasus tersebut. Namun Ketut mengatakan bahwa pemeriksaan dapat dilakukan kepada siapa pun yang diperlukan untuk mengumpulkan alat bukti.

"Kapasitas apapun kalau memang orang itu dibutuhkan keterangan untuk pembuktian atau bukti persidangan saya kira itu tidak jadi soal," tambahnya.

Dia menjelaskan bawa pemeriksaan saksi dalam setiap kasus diperlukan untuk mengumpulkan alat bukti.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate sebelumnya memberikan tanggapan atas penggeledahan yang dilakukan Kejaksaaan Agung beberapa waktu lalu di kantor Kominfo. Dia menilai penggeledahan itu disebutnya merupakan bagian dari proses hukum. Oleh sebab itu, dia tidak mempermasalahkannya.

"Kalau urusan itu urusan Kejaksaan. Itu proses hukum," katanya kepada awak media pada Selasa 22 November 2022.

Sebelumnya Kejaksaan Agung telah menggeledah dua lokasi terkait perkara dugaan korupsi dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G pada Senin 7 November 2022.

Perkara ini telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan pada Rabu 2 November 2022. Naiknya status penyelidikan ke penyidikan itu dilakukan berdasarkan pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan terhadap 60 orang saksi. Kemudian pada Jumat 28 Oktober 2022, tim penyidik telah melakukan ekspos atau gelar perkara.

"Hasil ekspos, ditetapkan, diputuskan bahwa terdapat alat bukti permulaan yang cukup, sehingga ditingkatkan ke penyidikan," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus), Kuntadi dalam Konferensi Pers pada Rabu (2/11/2022).

Penyidikan pun difokuskan terhadap proyek penyediaan BTS dan infrastruktur pendukung Paket 1, 2, 3, 4, dan 5 pada Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo.

Paket-paket tersebut terletak di wilayah terluar dan terpencil di Indonesia, yaitu Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan Nusa Tenggara Timur.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini