Share

Fantastis! Kerugian Negara dari Korupsi BTS Rp1 Triliun Lebih, Kejagung Gandeng BPKP

Tim Okezone, Okezone · Rabu 23 November 2022 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 337 2713414 fantastis-kerugian-negara-dari-korupsi-bts-rp1-triliun-lebih-kejagung-gandeng-bpkp-tZnqCY8PNm.jpg Foto: Antara

JAKARTA – Kerugian negara perkara dugaan korupsi penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020 - 2022, bisa lebih dari yang telah diperhitungkan pihak penyidik, bahkan mencapai Rp1 Triliun lebih.

(Baca juga: Kejagung Bicara Peluang Menkominfo Diperiksa Kasus Dugaan Korupsi BTS)

Kejaksaan Agung (Kejagung) bahkan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Kerugiannya kemarin Rp1 triliun dari perhitungan penyidik. Ini masih kita konsultasikan dengan BPKP. Kemungkinan lebih yak," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumenda saat ditemui di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Ketut memastikan dengan adanya konsultasi tersebut, Kejagung bersama BPKP bisa melakukan audit investigasi secara menyeluruh atas kerugian negara dari kasus dugaan korupsi itu.

"Iya, nanti kita kerja sama BPKP untuk melakukan perhitungan riil terhadap kerugian negara," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kuntadi mengatakan total ada 4.200 titik dari tiga konsorsium yang tengah disidik. Dari tiga konsorsium tersebut terdapat lima paket dengan rincian sebagai berikut:

• Paket 1: Kalimantan 269 titik dan Nusa Tenggara 439 titik.

• Paket 2: Sumatera 17 titik, Maluku 198 titik, Sulawesi 512 titik.

• Paket 3: Papua 409 titik dan Papua Barat 545 titik.

• Paket 4: Papua 966 titik.

• Paket 5: Papua 845 titik.

Nilai total proyek pengadaan BTS tersebut diketahui sekitar Rp10 triliun. Sementara total kerugian negara masih dalam tahap penghitungan oleh tim penyidik. Akan tetapi nilainya diperkirakan mencapai Rp1 triliun. "Masih dihitung tapi kira-kira segitu," kata Kuntadi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini